Bupati Abdya Safaruddin, bersama unsur Forkopimda, ulama dan santri, mengikuti zikir dan doa bersama dalam rangka HUT ke-24 Abdya, di Pendopo Bupati, Blangpidie, Kamis malam (9/4).Waspada.id/Syafrizal
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BLANGPIDIE (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya), menggelar zikir dan doa bersama secara serentak, di seluruh masjid dan musalla dalam wilayah Nanggroe Breuh Sigupai, Kamis malam (9/4), dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Abdya, yang jatuh pada 10 April 2026.
Kegiatan religius yang berlangsung khidmat itu, menjadi simbol rasa syukur sekaligus refleksi perjalanan Abdya, sejak resmi mekar dari kabupaten induk Aceh Selatan pada 10 April 2002 silam.
Bupati Abdya, Safaruddin, mengikuti langsung rangkaian zikir, doa bersama dan pembacaan Dalail Khairat, yang dipusatkan di Pendopo Bupati Abdya, Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie.
Turut hadir dalam suasana penuh kekhusyukan itu, Plt Sekda Abdya Amrizal, para asisten, staf ahli, kepala SKPK, Ketua MPU Tgk Muhammad Dahlan, para ulama, serta ratusan santri dari berbagai dayah di wilayah Abdya.
Dalam sambutannya, Bupati Safaruddin menegaskan bahwa, pelaksanaan zikir dan doa secara serentak ini, merupakan wujud kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, dalam mensyukuri bertambahnya usia daerah. “Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi penguatan spiritual dan kebersamaan kita. Semoga di usia ke-24 ini, Abdya menjadi Baldatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk terus memperkokoh nilai-nilai agama dan menjaga budaya, sebagai fondasi pembangunan daerah. “Mari peukong agama, budaya ta jaga, menuju kejayaan arah baru Abdya maju,” serunya.
Menurut Safaruddin, usia 24 tahun merupakan fase kedewasaan bagi sebuah daerah. Karena itu, Abdya dituntut mampu berdiri mandiri dalam membangun, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur.
Lebih lanjut, ia menilai doa yang dipanjatkan bersama menjadi bentuk ikhtiar batin masyarakat dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. “Kita semua diuji sesuai kapasitas masing-masing. Pemimpin diuji dengan kebijakan dan keputusannya yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” katanya.
Safaruddin juga mengungkapkan rasa syukur, atas kondisi Abdya yang relatif aman dari bencana alam dalam beberapa waktu terakhir, di tengah sejumlah daerah lain yang dilanda banjir dan longsor. “Ini patut kita syukuri. Kita berharap Abdya terus dijaga dari segala marabahaya dan masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara sebagai kunci kemajuan daerah. “Yang kita harapkan, ulama dan umara terus bergandengan tangan demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat Abdya,” pungkasnya.(id82)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































