Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak empat orang dilaporkan mengalami luka-luka pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat setelah dua unit drone jatuh di sekitar Bandara Internasional Dubai (DXB). Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa operasional lalu lintas udara di hub perjalanan internasional tersibuk di dunia tersebut tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh oleh insiden tersebut.
Pemerintah Dubai menyatakan bahwa puing-puing dari drone yang jatuh mendarat di halaman dua rumah warga di dalam wilayah emirat. Akibat kejadian ini, dua warga negara Ghana, satu warga negara Bangladesh, dan satu warga negara India mengalami luka-luka kategori sedang.
"Para korban luka telah menerima perawatan medis yang diperlukan," tulis pernyataan resmi dari Kantor Media Pemerintah Dubai mengenai kondisi para korban pasca-insiden tersebut dikutip Reuters.
Suara ledakan keras yang terdengar di sekitar lokasi dipastikan berasal dari aktivitas sistem pertahanan udara UEA. Pihak berwenang menegaskan bahwa sistem pertahanan telah berhasil mencegat ancaman tersebut sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih besar di area publik.
"Suara yang terdengar selama insiden tersebut berasal dari operasi intersepsi yang berhasil dilakukan oleh sistem pertahanan udara," jelas pernyataan resmi pemerintah dalam keterangannya.
Meskipun jatuh di dekat instalasi vital, pihak bandara memastikan bahwa jadwal penerbangan tidak mengalami gangguan. Otoritas penerbangan menegaskan bahwa seluruh aktivitas di Bandara Internasional Dubai tetap beroperasi secara penuh tanpa ada pembatalan atau penundaan yang berkaitan dengan drone tersebut.
"Otoritas terkait mengonfirmasi bahwa operasional lalu lintas udara di hub perjalanan internasional tersibuk di dunia tetap tidak terpengaruh," tambah laporan resmi tersebut untuk menjamin keamanan operasional penerbangan global.
Pihak berwenang saat ini mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi dari jalur resmi. Pemerintah meminta publik untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait jatuhnya pesawat tak berawak tersebut.
"Otoritas mendesak publik untuk tidak menyebarkan rumor dan hanya mengandalkan sumber resmi untuk mendapatkan informasi," tegas pihak pemerintah Dubai dalam pengumumannya.
Insiden ini terjadi bersamaan dengan sejumlah laporan gangguan keamanan di kawasan tersebut sebagai dampak peperangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Sejumlah serangan termasuk serangan proyektil terhadap kapal kontainer di lepas pantai Oman serta pencegatan delapan drone di Kuwait dan lima drone di ladang minyak Shaybah, Arab Saudi. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan akan melakukan pemungutan suara terkait resolusi yang menuntut penghentian serangan di wilayah tersebut.
Penyelidikan saat ini masih terus dilakukan oleh pihak keamanan untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan drone serta alasan keberadaannya di dekat area bandara.
(tps/tps)
Addsource on Google

4 hours ago
1
















































