Jakarta, CNBC Indonesia - Klaim bensin yang dicampurkan minyak kayu putih dapat lebih irit bermunculan di media sosial belakangan ini. Namun, ternyata ahli dari IPB University meminta untuk tidak mudah percaya oleh klaim tersebut.
Dosen Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Leopold Oscard Nelwan mengatakan belum ada bukti ilmiah mengenai klaim yang bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan hingga kini.
Sebelumnya memang sudah ada sejumlah penelitian yang mengkaji eucaplyptus oil atau minyak eukaliptus sebagai campuran bahan bakar. Minyak tersebut dalam proporsi tertentu dilaporkan bisa meningkatkan sejumlah parameter performa mesin dan menurunkan emisi.
"Hal ini berbeda dengan praktik yang banyak beredar di masyarakat, yakni menambahkan minyak kayu putih komersial dalam jumlah kecil ke dalam tangki kendaraan. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang memadai bahwa cara tersebut secara konsisten dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan produksi standar," kata Leopold dikutip dari laman resmi IPB University, Kamis (20/8/2026).
Minyak kayu putih sendiri adalah campuran dari berbagai senyawa organik volatil. Komponen utamanya adalah 1,8-cineole (eucaplyptol).
Dia menjelaskan senyawa tersebut akan memiliki dampak pada bahan bakar. Namun dengan catatan perubahan akan sangat bergantung pada komposisi dan jumlah yang digunakan.
"Ketika dicampurkan ke dalam bensin, senyawa-senyawa tersebut memang dapat memengaruhi sifat bahan bakar, seperti volatilitas, angka oktan, maupun karakteristik pembakaran. Namun, besarnya perubahan sangat bergantung pada komposisi dan jumlah yang digunakan," dia menjelaskan.
Leopold juga mengungkapkan perbedaan antara fuel blend dan aditif bahan bakar. Fuel blend digunakan dalam proprosi bebeberapa persen hingga puluhan persen membuatnya bisa mengubah sifat bahan bakar.
Namun aditif menambahkan dengan konsentrasi sangat kecil. Selain itu memiliki mekanisme kerja yang spesifik agar bisa berdampak efektif.
Leopold juga mengingatkan adanya potensi risiko dari pencampuran keduanya. Misalnya pada kestabilan campuran, pembentukan deposit, kompatibilitas dengan sistem bahan bakar, hingga ketahanan injektor dan komponen mesin dalam jangka panjang.
Ini disebabkan komposisi minyak kayu putih bisa berbeda dari satu produsen dengan produsen lainnya. Selain itu produk belum dirancang sebagai bahan bakar.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3

















































