Penampakan Gerhana Matahari di Luar Angkasa, Bentuknya Tak Terduga

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Gerhana matahari total yang terjadi pada 12 Agustus 2026 tidak hanya disaksikan jutaan orang di Bumi, tetapi juga direkam dari berbagai sudut pandang luar angkasa. Satelit milik Badan Antariksa Eropa (ESA) dan NASA berhasil menangkap bayangan Bulan yang melintas dan menggelapkan permukaan Bumi, menampilkan fenomena langit dalam wujud yang jarang terlihat, dikutip dari laman Space.com, Kamis (20/8/2026).

Gerhana terjadi saat Bulan melintas tepat di antara Matahari dan Bumi pada fase Bulan Baru. Jalur gerhana total melintasi wilayah Greenland, Islandia, dan Spanyol. Dari ketinggian sekitar 36.000 kilometer, satelit ESA bernama MTG‑I1 (Meteosat Generasi Ketiga) merekam bayangan gelap Bulan yang menyapu permukaan Bumi dan menyatu dengan garis peralihan siang ke malam saat matahari terbenam di Eropa.

Bayangan hitam pekat itu terlihat melengkung bergerak ke selatan, menciptakan kontras yang sangat jelas di atas samudra dan benua. Sementara itu, satelit GOES‑19 milik Badan Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) juga merekam pemandangan serupa dari orbitnya, menampilkan bayangan yang bergerak cepat melintasi wilayah utara Samudra Atlantik hingga Eropa bagian barat.

Astronaut NASA asal AS, Jessica Meir, yang sedang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ikut mengabadikan momen tersebut. Karena posisi stasiun saat itu, Meir hanya melihat gerhana sebagian, dengan Matahari tertutup sekitar 18 persen. Foto yang diambil menggunakan kamera Nikon Z9 itu memperlihatkan piringan Matahari yang sebagian tertutup siluet Bulan.

[Gambas:Twitter]

Fotografer NASA, Joel Kowsky, juga berhasil menangkap pemandangan langka yaitu siluet ISS yang melintas tepat di depan wajah Matahari yang sedang tertutup Bulan, menciptakan bayangan pesawat luar angkasa kecil yang melesat di atas piringan Matahari yang bercahaya.

Misi Proba‑3 milik ESA merekam sesuatu yang bahkan tidak bisa disaksikan dari Bumi. Misi ini terdiri dari dua pesawat ruang angkasa yang terbang dalam formasi sangat rapat. Satu bertindak sebagai "Bulan buatan" yang menghalangi cahaya Matahari untuk pesawat lainnya, sehingga bisa memotret atmosfer Matahari atau korona dengan sangat jelas.

[Gambas:Twitter]

Pada 12 Agustus, Bulan yang sesungguhnya ikut melintas tepat di depan Matahari bersamaan dengan penghalang buatan pesawat tersebut. Hasilnya, terjadilah gerhana ganda. Matahari tertutup sekaligus oleh Bulan alami dan perisai buatan pesawat ruang angkasa dalam satu waktu. Ini adalah momen yang sangat jarang terekam oleh peralatan pengamat Matahari.

[Gambas:Twitter]

Dari luar angkasa, gerhana tampak berbeda dibanding dari Bumi. Fenomena yang terlihat bukan piringan hitam melingkar di tengah langit, melainkan bayangan raksasa berbentuk lonjong yang melesat cepat melintasi permukaan benua, seolah ada titik hitam besar yang bergerak menyapu Bumi.

Gerhana matahari total ini menjadi salah satu peristiwa yang paling terdokumentasi dari berbagai ketinggian, mulai dari darat, pesawat terbang, hingga satelit di orbit Bumi. Selanjutnya, pada akhir Agustus ini juga akan terjadi gerhana Bulan yang akan mengubah warna Bulan menjadi merah darah, yang diharapkan juga dapat direkam dari berbagai sudut pandang luar angkasa.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |