Anggota DPRD Sergai Kecam APK PTPN IV Sarang Giting, Tudingan Dipukuli Warga Dinilai Resahkan Masyarakat

2 hours ago 1
Sumut

6 Februari 20266 Februari 2026

Anggota DPRD Sergai Kecam APK PTPN IV Sarang Giting, Tudingan Dipukuli Warga Dinilai Resahkan Masyarakat Anggota DPRD Sergai Komisi A, Rasdiaman Damanik saat memberikan tanggapan pernyataan APK PTPN IV Kebun Sarang Giting di Ruang Kantor Komisi A, Jumat (6/2/2026). Waspada.id/Bambang

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

SERGAI (Waspada.id): Anggota DPRD Serdangbedagai (Sergai) Komisi A dari Partai Hanura, Rasdiaman Damanik, dengan tegas mengecam pernyataan Asisten Personalia Kebun (APK) PTPN IV Regional I Kebun Sarang Giting, yang menyebut Edi Saputra sebagai korban pemukulan warga.

Pernyataan tersebut dinilai tidak berdasar dan telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, karena Edi dilihat warga Dusun IV, Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai, dalam keadaan terkapar luka parah di wajah.

Rasdiaman menegaskan, berdasarkan fakta lokasi kejadian, Edi Saputra, warga Dusun V Kampung Lalang, Desa Tanjung Harap, Kecamatan Serba Jadi mengalami luka parah di Dusun IV Desa Kota Tengah, bukan akibat pemukulan warga sebagaimana disampaikan APK PTPN IV Sarang Giting, Michell Vanessa Sembiring. Ia menilai tudingan tersebut mencederai nama baik warga setempat.

“Saya sangat menyesalkan pernyataan APK PTPN IV Sarang Giting, Michell Vanessa Sembiring
yang menyebut Edi dipukuli warga. Pernyataan itu tidak benar dan telah membuat warga Dusun IV Desa Kota Tengah resah. Atas ucapan tersebut, Michell Vanessa Sembiring tidak layak menjadi APK PTPN IV Sarang Giting dan pihak PTPN IV harus melakukan evaluasi,” tegas Rasdiaman kepada Waspada.id di ruang Komisi A DPRD Sergai, Jumat (6/2/2026) siang.

Sebagai tokoh masyarakat dan agama asli putra daerah Desa Kota Tengah, Rasdiaman menilai pernyataan sepihak tanpa klarifikasi tersebut berpotensi memicu konflik sosial dan mencoreng keharmonisan warga.

Ia menekankan bahwa pejabat perusahaan negara harus berhati-hati dalam menyampaikan informasi ke publik.

Lebih lanjut, Rasdiaman memastikan DPRD Sergai tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan mengambil langkah resmi dengan menyurati manajemen PTPN IV Regional I Kebun Sarang Giting agar bertanggung jawab atas pernyataan bawahannya.

“Kami akan menyurati PTPN IV Sarang Giting terkait ucapan APK yang menuding warga melakukan pemukulan terhadap Edi. Pernyataan seperti ini tidak boleh dibiarkan karena menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Rasdiaman berharap PTPN IV segera memberikan klarifikasi terbuka serta melakukan evaluasi internal guna menjaga kepercayaan publik dan mencegah kesimpangsiuran informasi yang merugikan masyarakat.

Sebelumnya, Menanggapi peristiwa tersebut, APK Kebun Sarang Giting Michell Vanessa Sembiring menyatakan luka korban bukan akibat tindakan BKO TNI PTPN IV Sarang Giting. “Kata BKO inisial B, korban dipukuli warga, bukan oleh BKO,” ujarnya saat dikonfirmasi Waspada.id di Kantor PTPN IV Regional I Kebun Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul. Selasa (3/2/2026) siang.

Sementara itu, SLN, 53, warga Dusun IV yang mengaku berada di lokasi kejadian, menolak keras tudingan bahwa warga melakukan penganiayaan. Ia menyatakan, saat dirinya tiba di lokasi, sepeda motor Edi ditimpa sepeda motor milik diduga BKO PTPN IV. Dan Edi berada tak jauh dari sepeda motor. Saat itu kondisi korban sudah dalam keadaan luka parah dan tergeletak di tanah.

“Kebetulan posisi saya ada di situ. Kami tidak ada yang memukuli. Korban sudah berdarah-darah dan telentang di tanah. Karena yang ada di situ warga Dusun IV semua, seolah-olah kami yang memukul. Jujur, kami tidak terima ucapan APK itu,” ujar SLN dengan nada berang di Kantin Mapolres Sergai, sat dikonfirmasi Waspada.id, Kamis (5/2/2026).

Menurut SLN, dalam kondisi korban yang sudah luka berat, justru oknum BKO TNI berinisial B yang terlihat menarik paksa korban. “Korban sudah berdarah-darah, ditarik oknum BKO itu sambil berkata, ‘jangan pura-pura kau di situ, bangkit kau’,” ungkapnya.

Ia menambahkan, warga bersama Kepala Dusun IV justru berinisiatif membawa korban ke klinik untuk mendapatkan perawatan medis awal. “Warga dan kepala dusun yang membawa korban ke klinik. Itu inisiatif kepala dusun,” tambahnya.(bs)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |