Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
22 September 2026 15:17
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar aset kripto kembali bergairah pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Bitcoin berhasil menembus US$85.000, sementara sejumlah altcoin mencatatkan kenaikan hingga dua digit dalam sepekan.
Berdasarkan data pasar, Bitcoin menguat 4,50% dalam 24 jam terakhir ke US$85.290,94. Dalam sepekan, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut telah melonjak 9,95%.
Kenaikan lebih besar terlihat pada sejumlah altcoin. Dogecoin melesat 12,92% dalam sehari, sedangkan XRP dan Solana masing-masing menguat 5,95% dan 4,36%. Secara mingguan, Zcash menjadi aset dengan kenaikan tertinggi sebesar 28,80%, disusul Dogecoin 20,10% dan Hyperliquid 17,31%.
Kenaikan seluruh aset kripto ini mengindikasikan kemungkinan bahwa Crypto Winter season telah berakhir karena secara teknikal sudah break dari pattern bullishnya, sehingga penurunan yang terjadi sejak satu tahun terakhir tersebut akhir menemukan sedikit titik terangnya.
Hal ini kemungkinan besar menjadi kenaikan yang solid di tengah ketidakpastian global dari sisi geopolitik dan juga ekonomi yang kian menentu menyebabkan Kripto kembali naik akibat menurunnya minat investor memegang FIAT akibat melemahnya dolar AS dan yield yang terus merambat naik.
Crypto winter adalah istilah untuk menggambarkan periode ketika pasar kripto mengalami tekanan berkepanjangan, ditandai dengan harga aset kripto yang melemah, volume transaksi menurun, minat investor menyusut, serta aktivitas industri yang melambat. Kondisi ini biasanya terjadi setelah reli besar dan perubahan sentimen membuat investor menjadi lebih berhati-hati.
Kenaikan Bunga The Fed Sudah Priced In
Pemulihan kripto terjadi meskipun The Fed resmi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% pada pekan lalu. Ini merupakan kenaikan pertama sejak 2023. Mayoritas pejabat The Fed juga masih memperkirakan setidaknya satu kenaikan tambahan hingga akhir 2026.
Namun, keputusan tersebut sebelumnya telah diperkirakan oleh lebih dari 90% pelaku pasar. Artinya, kenaikan suku bunga sudah cukup banyak masuk harga atau priced in, sehingga realisasinya tidak lagi menimbulkan kejutan besar.
Pasar justru mengalami pola sell the rumor, buy the fact. Bitcoin sempat turun mendekati US$75.000 sebelum keputusan, tetapi berbalik menguat setelah ketidakpastian mengenai langkah The Fed berkurang.
Meski pernyataan The Fed relatif hawkish, pasar menilai kebijakan selanjutnya tetap akan bergantung pada perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi. Investor juga mulai melihat bahwa perekonomian AS masih cukup kuat untuk menghadapi suku bunga yang lebih tinggi.
Yield Treasury Turun, Dana Kembali ke Aset Berisiko
Sentimen pasar membaik setelah yield US Treasury tenor 10 tahun turun dari sekitar 5,01% menjadi 4,96%. Penurunan yield mengurangi tekanan terhadap valuasi aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto.
Harga minyak juga turun dari puncaknya yang sempat mendekati US$110 per barel. Kondisi ini meredakan kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi akan kembali mendorong inflasi dan memaksa The Fed menaikkan suku bunga lebih agresif.
Perbaikan sentimen tidak hanya terjadi pada pasar kripto. Nasdaq mencetak rekor baru, sementara saham teknologi dan semikonduktor ikut menguat. Hal tersebut menunjukkan reli Bitcoin merupakan bagian dari kembalinya selera investor terhadap aset berisiko.
Dana Institusi dan Short Squeeze
Arus dana institusi turut menopang kenaikan Bitcoin. ETF Bitcoin spot di AS menerima dana sekitar US$593 juta pada perdagangan Kamis dan Jumat, sekaligus membalikkan tekanan arus keluar pada awal pekan.
Kenaikan Bitcoin melewati US$80.000 juga memaksa pelaku pasar yang sebelumnya memasang posisi jual atau short untuk membeli Bitcoin guna menutup kerugian. Aktivitas short covering tersebut ikut mempercepat kenaikan hingga melewati US$85.000.
Aktivitas pasar derivatif juga meningkat. Open interest Bitcoin naik sekitar 8% dalam sepekan menjadi US$55,7 miliar. Angka tersebut menunjukkan bertambahnya nilai kontrak derivatif yang masih terbuka, tetapi tidak secara langsung menunjukkan apakah pelaku pasar lebih dominan mengambil posisi long atau short.
Peningkatan open interest tetap perlu diperhatikan karena dapat memperbesar volatilitas apabila terjadi pergerakan harga yang tajam. Namun, indikator ini perlu dibaca bersama funding rate, rasio long-short, serta data likuidasi untuk melihat arah posisi pasar secara lebih akurat.
Dari sisi regulasi, kegagalan CLARITY Act di Senat AS mulai diabaikan pasar. Sentimen membaik setelah SEC memberikan izin terbatas terhadap perdagangan saham yang ditokenisasi pada sejumlah platform blockchain, sedangkan CFTC mengajukan proposal baru terkait pengawasan pasar kripto.
Outlook Bitcoin: Risiko Penurunan Besar Mulai Mengecil
Keberhasilan Bitcoin menembus US$80.000 menunjukkan struktur harga jangka pendek mulai berubah menjadi lebih positif. Level tersebut kini berpotensi menjadi support, sedangkan area US$86.000-US$90.000 menjadi resistance berikutnya.
Dalam kondisi saat ini, peluang Bitcoin kembali mengalami penurunan besar terlihat lebih kecil dibandingkan sebelum keputusan The Fed. Kenaikan suku bunga telah masuk harga, yield Treasury mulai turun, dan aliran dana ETF kembali positif. Bitcoin berpotensi lebih dahulu berkonsolidasi di sekitar US$82.000-US$90.000 sebelum mencoba melanjutkan kenaikan menuju US$93.000-US$95.000.
Risiko penurunan akan kembali membesar apabila The Fed secara tegas memberikan indikasi kebijakan higher for longer, yakni suku bunga dipertahankan tinggi lebih lama atau kenaikan tambahan dilakukan lebih agresif. Sinyal tersebut dapat mendorong yield Treasury kembali ke atas 5%, memperkuat dolar AS, dan mengurangi minat terhadap aset berisiko.
Selama belum muncul sinyal higher for longer yang lebih kuat dan Bitcoin mampu bertahan di atas US$80.000, skenario utama pasar saat ini lebih mengarah pada konsolidasi dengan kecenderungan naik, bukan kembali jatuh dalam ke area terendah sebelumnya.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)

13 hours ago
2















































