Lemang di tempat produksi Mak Lemang, Lamdingin, Banda Aceh. Selama bulan Ramadhan, Mak Lemang memproduksi sekitar 75 kilogram beras ketan per hari Jumlah ini lebih banyak dibandingkan hari biasa yang hanya memproduksi 25-40 kilogram per hari. Waspada.id/Hulwa Dzakira
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
Menjelang bulan suci Ramadhan, aroma asap bambu dan santan yang terbakar perlahan kembali menguar di sudut-sudut Kota Banda Aceh. Salah satunya berasal dari sebuah gubuk sederhana tanpa dinding di kawasan Lamdingin. Di tempat inilah lemang, kuliner khas Aceh yang lekat dengan tradisi, diproduksi setiap hari untuk menemani waktu berbuka puasa warga.
Lemang terbuat dari campuran beras ketan dan santan yang dimasukkan ke dalam bambu, dilapisi daun pisang, lalu dibakar perlahan di atas bara api. Prosesnya panjang dan membutuhkan kesabaran. Namun justru dari proses tradisional inilah cita rasa lemang yang gurih dan harum lahir, menjadi paduan sederhana yang selalu dirindukan saat Ramadhan tiba.
Di Aceh, lemang bukan sekadar makanan. Ia telah menjadi bagian dari suasana sore hari di bulan puasa, berdampingan dengan deretan takjil lain di pinggir jalan. Namun di balik kelezatannya, lemang menyimpan proses pembuatan yang tidak semua orang mampu melakukannya.
Proses pembakaran lemang di lapak Mak Lemang, Lamdingin, Banda Aceh, memakan waktu hingga empat jam dengan menjaga kestabilan bara api. Teknik tradisional tersebut menghasilkan cita rasa lemang yang khas dan konsisten di Mak Lemang Lamdingin. Waspada.id/Hulwa DzakiraHafsah, pemilik lapak sekaligus rumah produksi Mak Lemang di Lamdingin, Banda Aceh, mengaku telah menekuni usaha ini selama lebih dari dua dekade, ia menjaga resep dan teknik pembakaran agar lemang yang dihasilkan matang merata dan tidak keras.
“Saya sudah jualan sejak tahun 2000. Orang tidak semua ahli buat lemang. Kadang kalau bara apinya tidak rata, matangnya cuma di ujung atau luarnya saja, nanti keras lemangnya,” ujarnya. Karena itu, proses pembakaran harus terus diawasi hingga 4 jam lamanya. Kesabaran menjadi modal utama selain pengalaman.
Di lapak Mak Lemang, aktivitas sudah dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Selama bulan Ramadhan, Hafsah dibantu sekitar 12 orang pekerja. Ada yang bertugas mencuci dan menyiapkan ketan, melapisi bambu dengan daun pisang, memeras santan, memasak selai srikaya, hingga menjaga bara api agar tetap stabil sepanjang proses pembakaran.
Permintaan lemang meningkat tajam saat Ramadhan. Menurut Hafsah, pada hari biasa kebutuhan ketan berkisar antara 25 hingga 40 kilogram per hari. Namun ketika puasa tiba, jumlahnya melonjak hingga sekitar 75 kilogram ketan per hari. Selain lemang ketan, mereka juga memproduksi lemang ubi dengan kebutuhan sekitar 15 kilogram per hari.
Hafsah, pemilik usaha Mak Lemang, saat mempersiapkan daun pembungkus lemang di tempat produksinya di Lamdingin, Banda Aceh. Waspada.id/Hulwa DzakiraLemang di Mak Lemang Hafsah mulai dijual sejak pukul 16.00 WIB. Harga per bambu berkisar antara Rp90.000 hingga Rp100.000, sementara pembelian eceran bisa dinikmati mulai Rp10.000 per potong. Pembeli bebas memilih pendamping, apakah selai srikaya atau tape manis.
Selai srikaya sebagai pendamping lemang juga dibuat sendiri. Saat bulan puasa, Mak Lemang memproduksi hingga 3 kilogram srikaya setiap hari, dengan waktu memasak sekitar satu jam agar teksturnya lembut dan rasanya pas. Proses ini menjadi bagian penting, karena banyak pelanggan yang justru datang karena rasa srikaya yang khas.
Di tengah gempuran makanan modern dan instan, lemang tetap bertahan sebagai kuliner tradisional yang dicari setiap Ramadhan. Asap bambu, bara api, dan hasil kerja dari belasan tangan dibaliknya menjadi saksi bahwa tradisi rasa ini masih hidup.
Bagi warga Aceh, lemang bukan sekadar panganan berbuka, melainkan bagian dari ingatan, kebersamaan, dan suasana Ramadhan yang tak tergantikan.
Hulwa
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































