Susi Setiawati, CNBC Indonesia
20 February 2026 08:35
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perbankan BUMN mulai menunjukkan tanda-tanda kembali dilirik investor asing, seiring dengan valuasi yang masih tergolong menarik secara historis.
Dari sisi price to book value (PBV), mayoritas bank besar saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata 5 tahunannya. BMRI berada di PBV 1,61 (di bawah rata-rata 5Y 1,98), BBRI di 1,73 (vs 2,40), BBNI di 0,97 (vs 1,15), hingga BBTN di 0,53 (vs 0,67).
Bahkan BRIS yang relatif premium pun masih di bawah rerata historisnya. Artinya, secara valuasi sektor ini masih dalam kondisi diskon dibandingkan pola jangka panjangnya.
Dari sisi aliran dana asing, dalam satu minggu terakhir terlihat adanya perbaikan signifikan. BMRI mencatat net buy sekitar Rp409 miliar dan BBRI sekitar Rp79 miliar. BBTN juga mencatat net buy Rp58 miliar.
Meski BRIS dan BBNI masih mencatat net sell mingguan, tekanannya relatif terbatas.
Yang menarik, jika dibandingkan dengan data satu bulan terakhir, tekanan jual asing sebelumnya jauh lebih besar, mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah pada beberapa saham big banks. Kini, intensitas net sell tersebut mulai menyusut dan bahkan berbalik menjadi net buy di sejumlah nama utama.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa investor asing mulai melakukan akumulasi bertahap, memanfaatkan valuasi yang masih murah serta potensi pemulihan kinerja sektor perbankan ke depan.
Jika tren ini berlanjut, sektor bank berpeluang menjadi salah satu motor penggerak indeks dalam fase rebound berikutnya.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)

3 hours ago
2












































