Jakarta, CNBC Indonesia - Akan ada negara baru tetangga Indonesia yang mau merdeka dalam waktu dekat. Negara ini adalah Bougainville, wilayah otonom di Papua Nugini.
Mereka telah menetapkan target merdeka pada tahun 2030 nanti. Uniknya negara ini punya tradisi yang mirip di Sumatra Barat yakni tradisi Matrilineal.
Mulai tahun depan, Bougainville telah memutuskan untuk memasuki fase pemerintahan mandiri.
Presiden Bougainville Ishmael Toroama menyampaikan bahwa keputusan untuk mandiri dan merdeka mengacu pada Perjanjian Perdamaian Bougainville (Bougainville Peace Agreement), Bagian XIV Konstitusi Papua Nugini, serta sejumlah kesepakatan setelah referendum pada tahun 2019 lalu. Pada 25 Juli 2026, Bougainville Independence Leaders Consultation Forum kemudian merekomendasikan 1 September 2030 sebagai tanggal deklarasi kemerdekaan.
Warga memegang bendera Bougainville di tempat pemungutan suara selama referendum kemerdekaan yang tidak mengikat di Arawa, di pulau Bougainville, Papua Nugini, (26/19). (REUTERS/Melvin Levongo/File Foto) Foto: Warga memegang bendera Bougainville di tempat pemungutan suara selama referendum kemerdekaan yang tidak mengikat di Arawa, di pulau Bougainville, Papua Nugini, (26/19). (REUTERS/Melvin Levongo/File Foto)
Berikut ini sederet fakta menarik tentang Bougainville:
Punya Dua Pulau Utama
Bougainville merupakan wilayah kepulauan dengan dua pulau utama, yaitu Bougainville Island dan Buka Island, serta sejumlah pulau kecil serta atol. Wilayah otonom yang terletak di timur Papua Nugini ini memiliki jumlah penduduk sekitar 367.093, menurut data yang dikutip dari DetikTravel, dengan mayoritas penduduk adalah masyarakat Melanesia.
Nama Diambil dari Penjajah Prancis
Nama Bougainville itu sendiri diambil dari nama seorang penjajah asal Prancis. Louis-Antoine de Bougainville merupakan prajurit, pelaut dan navigator Prancis yang memimpin ekspedisi keliling dunia pada 1766-1769. Ekspedisi tersebut turut membawanya melintasi kawasan Pasifik dan mencapai sekitar New Guinea. Oleh sebab itu, nama Bougainville digunakan untuk pulau tersebut.
Tradisi Matrilineal
Hal menarik lainnya dari Bougainville adalah tradisi matrilineal, yakni hubungan kekerabatan dan hak atas tanah warisan diturunkan melalui garis keturunan perempuan.
Mengutip Beautynesia, di wilayah ini, perempuan memegang peranan penting dalam keputusan terkait tanah, keluarga, dan juga klan.
Suku Minangkabau yang tinggal Sumatra Barat, Indonesia, ternyata juga merupakan masyarakat matrilineal, bahkan yang terbesar di dunia.
Dalam struktur sosial, harta warisan seperti sawah dan rumah diturunkan kepada anak perempuan. Anak-anak mengambil nama keluarga ibu dan pria dianggap sebagai seorang tamu di rumah istrinya.
Topi Upe Simbol Kedewasaan
Selain itu, daya tarik budaya lain terletak pada topi Upe. Upe terbuat dari anyaman berbentuk silinder. Topi yang merupakan identitas ini juga terdapat pada bendera dan lambangnya.
Upe dikenakan para pemuda saat menjalani ritual sakral menuju kedewasaan. Ritual itu berlangsung berbulan-bulan di mana para pemuda tinggal di hutan dan menjalani berbagai proses menuju kedewasaan. Tak hanya itu, masyarakat Bougainville juga mempunyai aturan khusus bahwa perempuan tidak diperbolehkan melihat para pemuda tersebut selama mengenakan Upe.
Punya Destinasi Wisata Menarik
Menariknya Bougainville menawarkan lokasi-lokasi wisata yang menarik. Melansir dari DetikTravel, sejumlah spot yang menjadi daya tarik antara lain Selat Buka, lokasi Kecelakaan Admiral Yamamoto, Gunung Balbi, Gunung Bagana, dan juga Festival Mona.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
2

















































