Jakarta, CNBC Indonesia - Impian memiliki rumah sendiri tampaknya semakin sulit diwujudkan oleh generasi muda di banyak negara. Lebih dari separuh Generasi Z (Gen Z) di Amerika Serikat (AS) bahkan memilih berhenti memprioritaskan tabungan untuk membeli rumah dan mengalihkan fokus pada kualitas hidup saat ini.
Hal tersebut terungkap dalam studi terbaru perusahaan konsultan global Simon-Kucher yang dikutip dari Yahoo News. Studi itu menunjukkan tekanan ekonomi membuat generasi muda AS mulai mendefinisikan ulang konsep "American Dream" yang selama beberapa generasi identik dengan kepemilikan rumah, kemapanan finansial, dan masa pensiun yang nyaman.
Sebanyak 62% responden menilai memiliki rumah dan menabung untuk masa pensiun kini menjadi lebih sulit. Sementara itu, 51% Gen Z mengaku telah mengesampingkan tabungan untuk membeli rumah dan memilih berfokus pada "kualitas hidup hari ini".
Generasi muda pun semakin memprioritaskan fleksibilitas, stabilitas, pengalaman pribadi yang bermakna, serta menikmati kehidupan saat ini dibandingkan mengejar sejumlah tolok ukur kesuksesan finansial jangka panjang.
Tak Mau Tunggu Pensiun untuk Menikmati Hidup
Perubahan lain terlihat dari pandangan bahwa seseorang tidak harus menunggu masa pensiun untuk menikmati hidup. Pembawa podcast Second Home First dan Suite Success: Masters of Hospitality, Katie Cline mengatakan, generasi milenial sebenarnya masih menginginkan rumah, membangun kekayaan, dan mendapatkan keamanan finansial. Namun, mereka mulai mempertanyakan anggapan bahwa seluruh pencapaian tersebut harus diraih dengan urutan tertentu. Pengalamannya merawat sang ibu yang menderita Alzheimer turut membuat Cline menyadari bahwa masa tua yang selama ini disebut sebagai "golden years" tidak selalu terjamin.
"Banyak nasihat finansial menekankan pengorbanan demi masa depan yang pada akhirnya tidak pernah datang," ujarnya.
Oleh sebab itu, generasi muda mulai menyeimbangkan antara mempersiapkan masa depan dan menikmati kehidupan saat ini.
Meski demikian, keinginan memiliki rumah belum sepenuhnya hilang di kalangan generasi muda AS. Presiden Better Homes and Gardens Real Estate Ginger Wilcox mengatakan American Dream masih ada, tetapi cara masyarakat mencapainya telah berubah.
Milenial dan Gen Z tumbuh di tengah dunia kerja yang semakin tidak linear. Kerja jarak jauh semakin umum, sementara berpindah pekerjaan, kota, bahkan gaya hidup beberapa kali sepanjang karier bukan lagi sesuatu yang aneh.
Pada saat yang sama, harga rumah, utang pendidikan dan inflasi membuat jalan menuju kepemilikan rumah menjadi semakin panjang. Menurut data National Association of Realtors (NAR) yang dikutip dalam laporan tersebut, usia tipikal pembeli rumah pertama di AS kini mencapai 40 tahun, tertinggi sepanjang sejarah.
Kondisi itu membuat sebagian calon pembeli mencari cara lain untuk memiliki hunian. Pembelian rumah lintas generasi hingga kepemilikan bersama anggota keluarga atau teman disebut semakin umum karena memungkinkan pembeli berbagi biaya sekaligus manfaat jangka panjang dari kepemilikan properti.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
2

















































