BI Perluas LCT Kurangi Ketergantungan Pada Dolar AS

2 hours ago 3
EkonomiNusantara

13 April 202613 April 2026

BI Perluas LCT Kurangi Ketergantungan Pada Dolar AS bank indonesia

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Upaya Bank Indonesia (BI) memperluas skema Local Currency Transaction (LCT) dengan berbagai negara mitra adalah demi mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

“BI terus mendorong diversifikasi penggunaan mata uang dalam perdagangan dan investasi internasional demi mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Itu salah satu strateginya,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dia mengatakan, penggunaan LCT menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan rupiah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

“Kita akan terus membuat transaksi berdasarkan Local Currency Transaction (LCT). Jadi itu transaksi bilateral Indonesia dengan negara lainnya. Dimana transaksi itu tidak harus selalu dengan dolar, bisa dengan mata uang negara yang bersangkutan, seperti China, Jepang, Korea, kemudian dengan Malaysia, Thailand dan seterusnya,” tutur Destry

Menurutnya, nilai transaksi Indonesia dengan sejumlah negara besar seperti China dan Jepang sudah cukup signifikan, bahkan mencapai miliaran dolar setiap bulan.

Untuk itu, BI berencana akan terus memperluas cakupan skema LCT dengan berbagai mitra demi mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

“Transaksi kita dengan Cina dan Jepang saja per bulan itu sudah mencapai sekitar 3 miliar dolar AS sampai 3,5 miliar dolar AS per bulan. Kalau itu bisa berlangsung dengan LCT dan bisa terus kita perluas, tentunya pertahanan rupiah terhadap dolar AS bisa kita kurangi. Ini terus kita naikkan,” jelasnya.

Destry menambahkan, tren penggunaan LCT dalam transaksi juga menunjukkan peningkatan pesat dalam beberapa waktu terakhir. Di akhir 2025, nilai transaksi berbasis mata uang lokal tercatat mencapai 25,7 miliar dolar AS, atau melonjak dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Akhir 2025 kemarin, transaksi LCT itu mencapai 25,7 miliar dolar. Itu naik dua kali lipat dibanding tahun 2024,” ungkap Destry.

Ke depan, BI akan terus memperluas implementasi LCT dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga terkait, guna memperkuat ekosistem transaksi lintas negara berbasis mata uang lokal.

“Upaya ini akan terus kita lakukan bersama, tentunya bukan hanya dengan BI saja, tapi kita juga tentu akan bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya,” terang Destry. (Id88)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |