Jakarta, CNBC Indonesia - Pembicaraan perdamaian Amerika Serikat (AS) dan Iran yang seharusnya dilakukan di Burgenstock, Swiss, Jumat (19/6/2026) dibatalkan. Hal ini dikatakan Menteri Luar Negeri Swiss, sebagaimana dimuat Reuters.
Pengumuman diberikan setelah Gedung Putih merilis pernyataan bahwa Wakil Presiden (Wapres) JD Vance tidak akan melakukan perjalanan ke Swiss. Pembicaraan hari Jumat adalah tindak lanjut dari kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran, setelah penandatangan virtual Rabu antara Presiden Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian terkait 14 poin MOU damai kedua negara.
"Logistik negosiasi ini tidak pernah sederhana atau dapat diprediksi. Saat ini Wakil Presiden tidak akan berangkat malam ini," kata juru bicara Gedung Putih tentang Vance pada Kamis malam.
"Kami berharap dapat memulai pembicaraan teknis sesegera mungkin," tambahnya.
Di Iran, kantor berita Tasnim mengatakan "belum ada yang dikonfirmasi" tentang perjalanan delegasi Iran ke Swiss. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia telah menyetujui perjanjian tersebut, meskipun ada keberatan khusus soal sejumlah hal.
Sebelumnya 14 poin Memorandum of Understanding AS-Iran berisi tentang, penghentian serangan termasuk Israel ke Lebanon, komitmen melakukan negosiasi lagi selama 60 hari untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang masih bertentangan, pembukaan Selat Hormuz.
Lalu menyepakati US$300 miliar (Rp5.400 triliun) untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Republik Islam Iran, pembuatan resolusi khusus di Dewan Keamanan PBB, penghentian nuklir Iran dan berakhirnya sanksi minyak Teheran. Poin juga berisi janji AS untuk menyediakan sepenuhnya dana dan aset Iran yang dibekukan untuk dicairkan kepada penerima akhir yang ditunjuk bank sentral Iran.
Israel dan AS menyerang Teheran dan kota-kota Iran lainnya 28 Februari, yang menjadi awal perang baru di Timur Tengah. Iran menanggapi dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan dan aset Israel dan AS di kawasan tersebut, dan memperketat cengkeramannya di Selat Hormuz, menghalangi jalur aman kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 hour ago
1

















































