Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) resmi membentuk perusahaan khusus yang didukung negara untuk mengelola komitmen investasi senilai US$350 miliar atau sekitar Rp6.230 triliun (asumsi kurs Rp17.800/US$). Langkah ini dilakukan negara tetangga RI di Asia itu, untuk merealisasikan kesepakatan investasi yang menjadi bagian penting dari perjanjian dagang terbaru antara Seoul dan Washington.
Perusahaan bernama Korea-US Strategic Investment Corporation resmi diluncurkan pada Kamis kemarin. Nantinya Korea-US Strategic Investment Corporation akan bertugas mengelola dana investasi strategis yang ditujukan untuk berbagai proyek di Amerika Serikat (AS).
"Korporasi ini adalah badan khusus untuk secara sistematis mempromosikan kerja sama investasi antara Korea Selatan dan Amerika Serikat pada saat transformasi besar, ketika tatanan ekonomi baru sedang terbentuk," kata Kepala Korea-US Strategic Investment Corporation, Park Jong-won, seperti dikutip Reuters, Jumat (19/6/2026).
Ia menambahkan pihaknya akan memperkuat kolaborasi industri kedua negara di sektor-sektor strategis yang telah disepakati, termasuk energi dan industri pembuatan kapal.
Pembentukan perusahaan tersebut dilakukan setelah undang-undang khusus yang mengatur investasi strategis Korsel di AS resmi berlaku. Pemerintah juga menunjuk Park Jong-won, mantan Wakil Menteri Perdagangan Korsel, sebagai pimpinan pertama korporasi tersebut.
Secara rinci, dana investasi senilai US$350 miliar terdiri dari US$200 miliar (Rp3.560 triliun) yang akan dialokasikan ke sektor industri maju dan berbagai bidang strategis lainnya. Sementara itu, US$150 miliar (Rp2.670 triliun) akan difokuskan pada pengembangan industri perkapalan yang melibatkan perusahaan-perusahaan Korea Selatan.
Berdasarkan aturan yang berlaku, setiap proyek yang mendapatkan pendanaan wajib melalui kajian kelayakan bisnis. Penilaian tersebut mencakup kemampuan proyek menghasilkan arus kas yang cukup untuk membayar pokok investasi dan bunga.
Sejumlah proyek yang berpotensi masuk dalam skema investasi ini antara lain pembangunan infrastruktur gas alam cair (LNG), proyek energi, penguatan rantai pasok material canggih, hingga industri baterai.
Meski demikian, pemerintah Korea Selatan menegaskan belum ada proyek yang ditetapkan secara final. Negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat masih berlangsung untuk menentukan proyek-proyek yang akan menerima pendanaan dari dana investasi jumbo tersebut.
(tfa/sef)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































