Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah moda transportasi publik di Jabodetabek menetapkan ketentuan khusus selama Ramadan 2026. Kebijakan ini memberikan kelonggaran bagi penumpang yang ingin membatalkan puasa saat masih berada dalam perjalanan.
Aturan tersebut diterapkan di MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, KRL Commuter Line hingga LRT Jabodebek, dengan batasan jenis makanan dan durasi waktu konsumsi demi menjaga kenyamanan bersama.
MRT Jakarta
PT MRT Jakarta (Perseroda) mengizinkan pelanggan membatalkan puasa saat berada di dalam rangkaian kereta maupun area berbayar seperti peron dan paid concourse ketika waktu magrib tiba. Setelah itu, penumpang dapat melanjutkan kegiatan berbuka di area unpaid concourse.
Namun, pembatalan puasa di dalam rangkaian atau area berbayar hanya diperbolehkan dengan air putih dan buah kurma, serta maksimal 10 menit setelah azan magrib. Minuman selain air putih seperti teh, kopi, sirup, dan soda, maupun makanan selain kurma, tidak diperkenankan. Kebijakan ini berlaku mulai 19 Februari 2026 seiring dimulainya ibadah puasa.
LRT Jakarta
LRT Jakarta juga memberikan toleransi bagi penumpang untuk berbuka di dalam kereta hingga 10 menit setelah azan magrib. Kebijakan ini dimaksudkan agar pelanggan yang sedang berpuasa tidak perlu menunggu tiba di stasiun tujuan untuk membatalkan puasa.
"Penumpang dapat berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan atau minuman ringan, namun kami mengimbau untuk tidak mengonsumsi makanan dengan aroma menyengat," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta, Sheila Indira Maharshi.
Transjakarta
Transjakarta memperbolehkan pelanggan berbuka puasa dengan air minum dan makanan ringan di dalam bus saat waktu magrib. Durasi makan dan minum dibatasi maksimal 10 menit setelah azan berkumandang.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan kebijakan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pelanggan yang menjalankan ibadah puasa.
"Kami ingin memastikan pelanggan tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, termasuk saat waktu berbuka tiba di tengah perjalanan. Tentunya, kami juga mengajak pelanggan untuk tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama," ujar Ayu.
Penumpang juga dapat memanfaatkan area ritel atau tenant di sejumlah halte untuk membeli makanan berbuka. Transjakarta mengingatkan seluruh pelanggan agar menjaga kebersihan selama berada di area layanan.
KRL Commuter Line
KAI Commuter memberikan kelonggaran serupa bagi pengguna KRL. Penumpang diperbolehkan membatalkan puasa dengan makanan dan minuman ringan ketika waktu berbuka tiba di dalam kereta.
Jenis konsumsi yang diperbolehkan antara lain air mineral, buah kurma, dan makanan ringan seperti roti. Penumpang diminta tidak makan atau minum secara berlebihan serta menghindari makanan beraroma menyengat agar tidak mengganggu pengguna lainnya.
LRT Jabodebek
LRT Jabodebek turut menerapkan kebijakan khusus selama Ramadan. Penumpang dapat berbuka puasa di dalam kereta maupun area stasiun hingga pukul 19.00 WIB.
Adapun makanan dan minuman yang diperbolehkan terbatas pada air minum, kurma, atau roti. Penumpang diminta tidak membawa makanan berat atau yang berbau tajam serta tetap menjaga kebersihan dengan membawa kembali sampah hingga ke stasiun tujuan.
Dengan adanya kebijakan ini, operator transportasi berharap ibadah puasa tetap dapat dijalankan tanpa mengganggu ketertiban dan kenyamanan perjalanan publik.
(dce)
Addsource on Google

3 hours ago
3
















































