Tak Ada di Negara Lain, Imsak Ternyata Cuma Ada di Indonesia

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama bulan Ramadan, umat Islam di Indonesia akrab dengan satu istilah penting, yakni imsak. Dia menjadi penanda waktu berhenti makan dan minum sebelum masuk waktu Subuh.

Tak banyak yang tahu ternyata praktik imsak hanya dikenal di Indonesia. Alias tidak ditemukan secara formal di negara lain.

Kok Bisa?

Di Indonesia, imsak hadir dalam berbagai bentuk jadwal imsakiyah, pengumuman masjid, sirine, hingga pengingat di televisi dan media digital. Waktunya biasanya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum Subuh, sebagai bentuk kehati-hatian agar umat Islam tidak terlambat menghentikan sahur.

Menurut penjelasan dari Majelis Ulama Indonesia, tradisi imsak terinspirasi dari hadits riwayat Imam Bukhari yang membahas jarak waktu antara selesainya sahur dan pelaksanaan salat Subuh. Hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik itu mengungkap kebiasaan Nabi Muhammad SAW setelah menyantap sahur.

Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi Muhammad SAW dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Setelah selesai makan sahur, beliau bangkit melaksanakan salat. Lalu ditanya, "Berapa jarak waktu antara selesai sahur dan salat?" Anas menjawab, "Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat." (HR Bukhari no. 542)

Berdasarkan hadits ini, para ulama di Indonesia kemudian memperkirakan bahwa waktu membaca 50 ayat setara dengan kurang lebih 10 menit. Dari sinilah lahir konsep waktu jeda sebelum Subuh yang secara praktik menyerupai imsak.

Artinya, meskipun istilah "imsak" tidak digunakan secara formal pada masa Nabi, substansi praktiknya sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW, yakni adanya jeda kehati-hatian antara selesai sahur dan masuknya waktu Subuh.

Penjelasan serupa juga disampaikan oleh NU Online. Dalam kajiannya disebutkan aktivitas menahan diri sebagai persiapan menuju azan Subuh memang tidak memiliki istilah khusus di masa Nabi. Namun secara substansi, aktivitas itu sepadan dengan konsep imsak yang dikenal di Indonesia.

NU Online menegaskan bahwa kata "imsak" memang berasal dari bahasa Arab, tetapi penggunaannya di Indonesia berbeda dari istilah fikih klasik. Dalam literatur fikih, imsak justru bermakna puasa itu sendiri, yakni menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, hubungan badan, muntah sengaja, dan lain sebagainya.

Hal ini dijelaskan dalam kitab Al-Iqna' fi Halli Alfazh Abi Syuja' karya Al-Khathib Asy-Syirbini, yang mendefinisikan imsak sebagai konsep umum puasa, bukan penanda waktu sebelum Subuh. Dari sini, dirumuskan konsep imsak sebagai tradisi sosial-keagamaan yang lahir dari interpretasi hadits, kehati-hatian ulama, serta kebutuhan praktis masyarakat.

Sejak saat itu, imsak kemudian jadi pengingat dan bukan batas berakhirnya sahur atau awal menjalani puasa. 

(mfa/mfa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |