Bulan Terus Menjauhi Bumi, Dampaknya Mulai Terasa

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Bulan ditemukan terus menjauhi Bumi. Jarak keduanya yang berkisar 384.400 km diketahui terus menjauh seiring berjalannya waktu.

Perubahan itu ditemukan dengan menghitung jarak dua objek menggunakan Lunar Laser Ranging Experiment. Sebuah reflektor diletakkan di permukaan Bulan pada misi Apollo 1960-an untuk melakukan perhitungan.

Reflektor itu akan memantulkan sinar laser yang ditembakkan. Waktu yang dibutuhkan selama proses itu akan dihitung akan menjadi jarak antara Bumi dan Bulan.

Dari proses itu kemudian diketahui bahwa dua objek terus menjauh. Kecepatannya mencapai 3,8 cm per tahun.

Ternyata, perubahan jarak ini memiliki dampak pada Gerhana Matahari Total di masa depan. Fenomena ini terjadi saat Bulan menutupi seluruh Matahari.

Dengan jarak yang ada sekarang, penampakan Bulan menunjukkan ukuran yang sama dengan Matahari. Ini membuat masyarakat Bumi masih bisa melihat Bulan menutupi permukaan Matahari.

Namun hal berbeda akan terjadi saat jarak Bulan dan Bumi kian menjauh. Penampakan piringan Bulan akan semakin kecil, membuat fenomena itu mungkin tidak bisa terlihat lagi.

"Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan menyaksikan keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya," kata ilmuwan NASA, Richard Vondrak, pada 2017.

Penampakan Bulan dari waktu ke waktu tercatat makin kecil. Ukuran satelit Bumi itu jauh lebih besar pada 4 miliar tahun lalu.

Bahkan, permukaan Bulan juga disebut tiga kali lebih besar dari yang terlihat sekarang saat belum menempati orbitnya yang sekarang.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |