'Cosa Nostra' Beraksi! Rampok Alutsista 800 Ribu Senjata-Drone Perang

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok kejahatan terorganisasi asal Italia, Cosa Nostra (Mafia Sisilia), dilaporkan tengah berupaya membeli sebagian dari sekitar 800.000 pucuk senjata api dan alutsista yang hilang atau dicuri dari Ukraina sejak 2022. Komoditas senjata ilegal yang kini membanjiri pasar gelap Eropa tersebut mencakup senapan serbu, bahan peledak, hingga drone militer canggih.

Mengutip laporan Russia Today, Kamis (30/07/2026), surat kabar Italia Il Fatto Quotidiano melaporkan bahwa sebanyak 780.465 unit persenjataan yang dikirim ke Ukraina dinyatakan raib. Sekitar 149.000 unit di antaranya hilang sepanjang lima bulan pertama tahun 2026, di mana sebagian besar arsenil tersebut merupakan pasokan militer Eropa untuk Kiev.

"Organisasi kriminal ini mencoba membangun 'arsenal berkualitas' dan telah mendapatkan akses ke senapan AK-47 serta bahan peledak berdaya ledak tinggi. Mereka juga mencoba memperoleh senjata yang lebih canggih seperti drone pembuat ranjau, dan otoritas keamanan Italia tidak siap menghadapi sistem senjata tersebut," tegas Kepala Jaksa Palermo, Maurizio de Lucia.

Aparat penegak hukum Eropa mengalami kesulitan melacak arus peredaran persenjataan tersebut karena pemerintah negara-negara Barat merahasiakan rincian pengiriman militer mereka ke Ukraina. Akibatnya, persenjataan militer tersebut dengan mudah masuk ke pasar gelap Eropa dan menarik minat kelompok kejahatan terorganisasi.

Skandal Korupsi di Ukraina dan Peringatan Europol

Kekhawatiran mengenai kebocoran senjata dari Ukraina ke jaringan kriminal Eropa sejatinya telah muncul sejak awal konflik meletus. Badan Kepolisian Eropa (Europol) pada tahun 2022 telah melaporkan adanya penyelundupan senjata ke Uni Eropa, di mana negara-negara seperti Finlandia, Denmark, Swedia, Belanda, dan Spanyol mengonfirmasi senjata pasokan Kiev telah sampai ke tangan kriminal lokal.

Laporan terbaru mengenai maraknya peredaran senjata ilegal ini mencuat di tengah rentetan skandal korupsi yang menjerat lembaga militer dan negara Ukraina. Investigasi terbaru membongkar penjualan peralatan militer ilegal senilai jutaan dolar, pencurian kontrak perbaikan militer dan dana drone, hingga skandal pengadaan pertahanan dan donasi asing.

"Moskow telah lama memperingatkan bahwa senjata Barat yang dikirim ke Kiev akan menyebar melalui pasar gelap dan pada akhirnya mengancam negara-negara Eropa sendiri," pungkas Juru Bicaranya Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Zakharova menjelaskan bahwa sebagian senjata yang dipasok ke Kiev tidak pernah sampai ke tujuan akhir karena korupsi. Sementara itu, senjata yang berhasil tiba di lokasi justru dibagi antara kebutuhan garis depan, pembeli pasar gelap, hingga kelompok bersenjata di wilayah lain.

Pihak pejabat Rusia turut menuduh Ukraina memasok senjata dan keahlian drone kepada militan di Afrika. Hal ini sejalan dengan tuduhan Pemerintah Mali yang menyebut Kiev memberikan drone kamikaze kepada organisasi teroris yang beroperasi di kawasan Sahel.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |