Jakarta, CNBC Indonesia - PT KAI (Persero) memastikan terkait nasib utang proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung atau Whoosh. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pemerintah telah memberikan solusi yang dijamin oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
"Sudah, sudah beres kan, kan waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah beres, sudah beres," ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/2/2026).
Seperti diketahui, Prabowo pernah menekankan, bahwa pemerintah memang harus membayar senilai Rp 1,2 triliun per tahun. Menurutnya, hal itu sebanding dengan banyak manfaat yang didapatkan rakyat dari proyek kereta cepat ini. Seperti mengurangi kemacetan, polusi, hingga transfer teknologi yang canggih dari China.
Bobby menyebut, terkait dengan tata pelaksanaannya sedang dibahas dengan pemerintah dan sedang dirumuskan.
"Tata laksananya lagi dibicarakan dengan pemerintah, sedang dirumuskan. Pokoknya sudah beres, selesai," ungkapnya.
Foto: Kereta Cepat Whoosh. (Dok. KCIC)
Kereta Cepat Whoosh. (Dok. KCIC)
Kabar terbaru, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Senin (20/1/2026). Pertemuan tersebut juga membahas mengenai utang kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
"Jadi bicara tentang restrukturisasi keuangan. Kereta cepat ini juga menjadi pembahasan," papar AHY kepada wartawan saat tiba di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
"Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang beberapa saat lalu juga mendapatkan perhatian masyarakat luas, kami ingin memastikan bahwa apa yang menjadi direktif dari Bapak Presiden agar ini bisa diselesaikan dengan baik," katanya.
Dia pun mengungkapkan bahwa solusi pemerintah harus baik untuk semua pihak. Pasalnya, KCJC telah beroperasi secara baik dan sukses di bawah PT KCIC.
Tidak hanya mencari solusi, dia juga menuturkan presiden berharap kereta cepat juga dikembangkan, tidak hanya berhenti di Bandung.
"Kita berharap pengembangan kereta cepat ini juga bisa hingga Surabaya bahkan," tegasnya.
(rob/wur)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
3
















































