Dongkrak Bisnis, Bos Telkom Buka-Bukaan Soal Strategi TLKM30

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tengah menyiapkan strategi jangka menengah berupa TLKM 30. Strategi ini bertujuan sebagai untuk meningkatkan kinerja sekaligus daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital yang berdaya saing global.

"Tujuannya adalah bagaimana kami bisa membuat Telkom ke depannya itu menjadi perusahaan yang lebih profitable, yang lebih sustainable, yang lebih world class seperti itu," ungkap Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dian Siswarini dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema "Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian", Senin (22/6/2026).

Dian menjelaskan strategi ini dibangun dengan 4 pilar. Pertama adalah meningkatkan operational excellence dan service excellence.

Dalam pilar ini, terdapat perubahan atau transformasi culture, transformasi governance, efektivitas capital allocation, dan memastikan produk-produk kami itu mempunyai yield yang lebih tinggi.

Pilar kedua adalah streamlining yakni merampingkan struktur Telkom Group. Langkah ini dilakukan dengan mendiversifikasi bisnis-bisnis yang tidak relevan dengan kekuatan Telkom.

"Jadi, ada bisnis yang akan kami tutup, yang akan dijual, dan akan juga dikonsolidasi dengan perusahaan serupa yang lain," jelas Dian.

Dian memaparkan belum lama ini Telkom mendiversifikasi bisnis asuransi kesehatan AdMedica Group dan Telkommedica. Kedua bisnis tersebut dicitrakan dengan Fulton Health.

"Ini merupakan bisnis yang menarik dan valuasinya bagus. Jadi, ini menunjukkan bahwa sebetulnya investor ini masih tertarik untuk berinvestasi di Indonesia," terang Dian.

Selain diversifikasi, Telkom juga menargetkan akan menutup sebanyak 10 anak perusahaan hingga akhir Juni.

"Sedangkan secara total, targetnya adalah dari 67 anak perusahaan itu akan diturunkan jumlahnya sehingga hanya akan menjadi sekitar 15 anak perusahaan," jelas Dian.

Pilar selanjutnya adalah unlock value. Pilar ini adalah dengan memaksimalkan potensi berbagai aset yang dimiliki Telkom.

"Kami memiliki aset yang luar biasa banyak. Digital infrastructure aset yang luar biasa banyak, itu boleh dibilang di seluruh Indonesia, darat, laut, dan udara, bahkan di langit," terang Dian.

"Karena di laut kami punya submarine cable, di darat kami punya fiber, ada tower, kemudian juga di langit ada satellite, yang mungkin sebetulnya punya nilai aset yang jauh lebih tinggi daripada yang diapresiasi oleh market sekarang," tambah dia.

Terakhir adalah pilar modus operandisif. Di mana dalam pilar ini Telkom akan mentransfer operation holding kepada strategic holding agar operasional lebih efisien.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |