Duit Negara Dicuri Selama 23 Tahun, Sampai Rp35.000 T

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Irak mengungkap angka mengejutkan terkait dugaan korupsi yang terjadi sejak 2003 di negaranya. Seorang pejabat senior menyebut lebih dari US$2 triliun (Rp 35.920 triliun) dana publik diduga telah dicuri dalam kurun lebih dari dua dekade terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan penasihat hukum Perdana Menteri (PM) Irak, Munir Haddad, dalam wawancara dengan televisi pemerintah Irak. Ia menggambarkan skala korupsi dan kekayaan ilegal di negara itu sebagai sesuatu yang "di luar nalar".

Hingga kini, menurut Haddad, penyelidikan terhadap para tersangka korupsi masih terus berlangsung sehingga jumlah pasti pelaku belum dapat dipastikan. Aparat keamanan disebut masih melakukan penggerebekan dan penangkapan hampir setiap hari sebagai bagian dari operasi pemberantasan korupsi.

Ia menjelaskan bahwa pengakuan sejumlah tersangka telah membantu aparat mengidentifikasi jaringan korupsi yang lebih luas. Beberapa tersangka bahkan dilaporkan berusaha melarikan diri ke luar wilayah pemerintah pusat, termasuk ke kawasan Kurdistan, sebelum akhirnya sebagian berhasil ditangkap.

Daftar tersangka, menurut Haddad, mencakup pejabat tinggi aktif maupun mantan pejabat pemerintah, termasuk anggota parlemen. Kasus yang diusut tidak hanya berkaitan dengan penggelapan dana negara, tetapi juga kepemilikan harta yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya.

Berdasarkan hukum Irak, kasus semacam itu dapat diklasifikasikan sebagai tindak pidana pencucian uang. Haddad juga mengungkapkan temuan aset yang dimiliki sejumlah pejabat sangat mencengangkan.

Dalam salah satu kasus, istri seorang tersangka membeli properti senilai US$5 juta. Sementara sejumlah pejabat lainnya diketahui memiliki lebih dari 50 properti yang terdaftar atas nama pribadi maupun anggota keluarganya.

Pemerintah Irak menegaskan bahwa proses persidangan terhadap para terdakwa korupsi akan dilakukan secara terbuka. Langkah ini menjadi bagian dari kampanye pemberantasan korupsi yang tengah digencarkan pemerintahan Perdana Menteri Ali Al-Zaidi sejak mulai menjabat beberapa waktu lalu.

Tahun 2023 sebenarnya adalah awal mula invasi AS ke Irak. Kala itu pemerintah Presiden George W Bush berhasil menggulingkan pemerintahan Presiden Saddam Hussein.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |