Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah selalu menyiapkan dana khusus untuk penanggulangan bencana di seluruh Indonesia. Pemerintah menegaskan aspek pendanaan tidak boleh menjadi hambatan dalam upaya penanganan keadaan darurat akibat bencana alam.
Purbaya mengatakan pemerintah saat ini telah menyediakan dana siap pakai (on call) sekitar Rp5 triliun yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung penanganan bencana. Nilai tersebut bahkan dapat ditambah jika kebutuhan di lapangan meningkat dan terdapat pengajuan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB," kata Purbaya di sela peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dikutip Selasa (18/8/2026).
Menurut Purbaya, pemerintah telah menyiapkan mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) agar pencairan dana penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan responsif.
Ia menegaskan setiap permintaan resmi yang masuk akan langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah untuk memastikan proses penanganan darurat tidak terkendala masalah pendanaan.
"Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas," ujarnya.
Selain dana yang dikelola Kementerian Keuangan, Purbaya mengungkapkan BNPB juga memiliki cadangan dana siap pakai sekitar Rp500 miliar yang dapat digunakan untuk kebutuhan darurat di lapangan.
"Di BNPB juga sudah tersedia dana yang siap digunakan, sekitar Rp500 miliar dalam posisi siaga. Kalau kurang, kami tambahkan kembali," katanya.
Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kesiapan fiskal dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan anggaran akan terus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan agar respons kebencanaan berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Purbaya berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi titik awal bagi kebangkitan ekonomi Indonesia. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6% pada tahun depan dan berharap realisasinya bisa lebih tinggi.
"Hari ini kita harapkan menjadi awal dari kebangkitan Indonesia yang lebih baik ke depan. Tahun depan kita harapkan pertumbuhan ekonomi 6 persen, mudah-mudahan bisa lebih dari itu," ujar Purbaya.
Meski optimistis terhadap prospek ekonomi, pemerintah tetap mengedepankan kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko, termasuk potensi bencana alam yang dapat memengaruhi aktivitas ekonomi di sejumlah daerah. Menurutnya, kesiapan pendanaan menjadi salah satu kunci agar dampak bencana dapat ditangani secara cepat tanpa mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
2















































