MEDAN (Waspada.id): Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat perekonomian Sumatera Utara sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 4,53 persen. Pertumbuhan tersebut terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali sektor Konstruksi serta Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang mengalami kontraksi.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra mengatakan, kinerja ekonomi Sumut tahun 2025 menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
“Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,74 persen, disusul Jasa Perusahaan 10,45 persen, serta Real Estate 8,64 persen,” ujar Asim, Kamis (5/2/2026).
Sementara itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan dalam struktur ekonomi Sumut tetap tumbuh positif sebesar 4,88 persen. Adapun sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh 6,15 persen, sedangkan Industri Pengolahan mencatat pertumbuhan 3,49 persen.
Dari sisi kontribusi, perekonomian Sumatera Utara masih didominasi oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan andil 25,32 persen, diikuti Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 18,97 persen, Industri Pengolahan 18,39 persen, Konstruksi 12,11 persen, serta Transportasi dan Pergudangan 5,18 persen.
Secara tahunan, ekonomi Sumatera Utara pada Triwulan IV-2025 terhadap Triwulan IV-2024 (y-on-y) tumbuh 4,23 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Jasa Perusahaan sebesar 13,42 persen, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 12,99 persen, Real Estate 12,95 persen, Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 10,29 persen, serta Transportasi dan Pergudangan 8,86 persen.
Di sisi lain, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh lebih terbatas sebesar 0,71 persen, sedangkan Industri Pengolahan tumbuh 1,78 persen secara tahunan.
Berdasarkan perbandingan kuartalan, ekonomi Sumatera Utara pada Triwulan IV-2025 tumbuh 0,13 persen dibandingkan Triwulan III-2025 (q-to-q). Pertumbuhan tertinggi dicatat oleh Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 17,81 persen, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 16,76 persen, serta Jasa Lainnya 8,44 persen.
Namun demikian, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Industri Pengolahan mengalami kontraksi masing-masing sebesar 6,40 persen dan 4,06 persen, sementara sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masih tumbuh 3,26 persen secara kuartalan.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tahun 2025 terutama didorong oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh 10,24 persen, serta Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,74 persen. Selain itu, Pengeluaran Konsumsi LNPRT tumbuh 3,36 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 0,56 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 0,14 persen. Sementara Impor Barang dan Jasa, sebagai komponen pengurang PDRB, tumbuh 3,73 persen.
Struktur PDRB Sumatera Utara menurut pengeluaran tahun 2025 relatif stabil. PK-RT masih menjadi komponen terbesar dengan kontribusi 51,12 persen, diikuti Ekspor Barang dan Jasa 41,74 persen, PMTB 27,21 persen, PK-P 5,35 persen, dan PK-LNPRT 0,90 persen. Adapun Impor Barang dan Jasa memiliki peran pengurang sebesar 26,46 persen.
Secara spasial, Sumatera Utara menjadi kontributor terbesar perekonomian Pulau Sumatera pada tahun 2025 dengan pangsa 23,54 persen, disusul Provinsi Riau 22,88 persen dan Sumatera Selatan 13,71 persen.
Meski demikian, dalam hal laju pertumbuhan, Provinsi Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera sebesar 6,94 persen, diikuti Sumatera Selatan 5,35 persen dan Lampung 5,28 persen. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































