Ukuran Font
Kecil Besar
14px
SERGAI (Waspada.id): Pernyataan Asisten Personalia Kebun (APK) PTPN IV Regional I Kebun Sarang Giting, Michell Vanessa Sembiring, yang menyebut Edi Saputra mengalami luka akibat dianiaya warga, menuai kemarahan warga Dusun IV, Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).
Warga menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan mencoreng nama baik masyarakat setempat.
Kemurkaan warga mencuat setelah beredarnya pemberitaan media yang mengutip pernyataan APK PTPN IV tersebut.
Warga menegaskan tidak ada satu pun dari mereka yang melakukan pemukulan terhadap korban, bahkan justru membantu memberikan pertolongan pertama.
Keberatan itu disampaikan karena, menurut warga, APK tidak berada di lokasi kejadian dan hanya menerima informasi sepihak.
SLN 53, warga Dusun IV yang mengaku berada di lokasi kejadian, menolak keras tudingan bahwa warga melakukan penganiayaan. Ia menyatakan, saat dirinya tiba di lokasi, sepeda motor Edi ditimpa sepeda motor milik diduga BKO PTPN IV. Dan Edi berada tak jauh dari sepeda motor. Saat itu kondisi korban sudah dalam keadaan luka parah dan tergeletak di tanah.
“Kebetulan posisi saya ada di situ. Kami tidak ada yang memukuli. Korban sudah berdarah-darah dan telentang di tanah. Karena yang ada di situ warga Dusun IV semua, seolah-olah kami yang memukul. Jujur, kami tidak terima ucapan APK itu,” ujar SLN dengan nada berang di Kantin Mapolres Sergai, Saat di konfirmasi Waspada.id. Kamis (5/2/2026).
Menurut Saril, dalam kondisi korban yang sudah luka berat, justru oknum BKO TNI berinisial B yang terlihat menarik paksa korban.
“Korban sudah berdarah-darah, ditarik oknum BKO itu sambil berkata, ‘jangan pura-pura kau di situ, bangkit kau’,” ungkapnya.

Ia menambahkan, warga bersama Kepala Dusun IV justru berinisiatif membawa korban ke klinik untuk mendapatkan perawatan medis awal. “Warga dan Kepala Dusun yang membawa korban ke klinik. Itu inisiatif Kepala Dusun,” tambahnya.
Pernyataan senada disampaikan Kepala Dusun IV Desa Kota Tengah yang juga berada di lokasi saat kejadian. Ia menegaskan tidak ada warga yang melakukan pemukulan terhadap korban. “Sekitar pukul tujuh malam saya ada di lokasi. Tidak ada satu warga pun yang memukul korban,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kondisi korban saat itu sudah sangat memprihatinkan sehingga dirinya mengambil inisiatif membawa korban ke klinik.
“Korban terduduk dan tergeletak di tanah. Karena kondisinya parah, saya sendiri yang membawa ke klinik. Setelah itu datang lebih dari dua orang rekan oknum BKO ke klinik dan membawa korban. Jadi kalau disebut warga yang memukuli, itu tidak benar. Saya ada di lokasi,” jelasnya.
Sebagai warga Dusun IV Desa Kota Tengah kami menuntut klarifikasi terbuka atas pernyataan APK PTPN IV kebun Sarang Giting yang menyebut korban Edi di pukul Warga. “Jadi warga mana yang disebut APK PTPN IV Sarang Giting, karena lokasi nya ada di dusun kami. Jangan menyebut warga, itu tudingan sepihak yang menyudutkan masyarakat tanpa dasar fakta di lapangan,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Edi Saputra Nasution, 53, warga Dusun V Kampung Lalang, Desa Tanjung Harap, Kecamatan Serba Jadi, mengaku dianiaya oknum BKO PTPN IV Kebun Sarang Giting dari unsur TNI berpangkat Kopral berinisial B, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di pinggir jalan Desa Kota Tengah.(bs).
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































