Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus kanker yang menyerang generasi muda kian melonjak di berbagai belahan dunia. Para ilmuwan mencoba mencari tahu alasan di balik fenomena ini.
Studi terbaru dari Washington University School of Medicine di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat (AS), yang melibatkan puluhan ribu partisipan di Inggris dan AS, menunjukkan bahwa risiko terkena kanker bukan sekadar masalah pertambahan usia kronologis, melainkan bergantung pada seberapa cepat tubuh menua secara biologis.
Analisis terhadap 154.000 data dari UK Biobank menunjukkan fakta mengejutkan. Generasi yang lebih muda ternyata mengalami penuaan biologis lebih cepat dibandingkan orang yang lebih tua, dikutip dari Refractor, Jumat (3/7/2026).
Penuaan sistematis yang mencerminkan usia seluler dan molekuler tubuh manusia, juga terus meningkat pada berbagai generasi sejak kelompok tahun kelahiran tertentu. Yang terpenting, percepatan penuaan ini dikaitkan dengan kanker yang muncul pada usia dini, khususnya kanker paru-paru, saluran pencernaan, dan rahim, terlepas dari faktor predisposisi genetik individu tersebut.
Makin besar selisih antara usia biologis dan usia kronologis seseorang, makin tinggi pula risiko kankernya. Mereka juga menemukan bahwa penuaan yang lebih cepat pada organ-organ tertentu meningkatkan risiko jenis kanker tertentu.
Sistem kekebalan tubuh yang menua terlalu cepat dikaitkan dengan kanker paru-paru onset dini, sementara jaringan lemak yang menua lebih cepat dari perkiraan dikaitkan dengan kanker kolorektal onset dini.
Untuk mengukur penuaan biologis, para peneliti melakukan kajian pada dua tingkat, yakni di tingkat seluruh tubuh dan organ individu. Tingkat pertama, yang dikenal sebagai penuaan sistemik, menunjukkan seberapa cepat tubuh secara keseluruhan menua dibandingkan dengan usia kronologisnya.
Untuk memperkirakan hal ini, mereka menggunakan metode yang sudah mapan seperti PhenoAge, yang mengandalkan sembilan penanda kimia darah, termasuk albumin (yang diproduksi oleh hati) dan kreatinin (yang disaring oleh ginjal).
Dengan menggunakan Metode Klemera-Doubal, tim peneliti memperkirakan perbedaan usia berdasarkan data fisiologis dan skor usia metabolomik, yang mencerminkan perbandingan metabolisme seseorang dengan norma yang diharapkan.
Para peneliti menggunakan data proteomik darah untuk memperkirakan seberapa cepat berbagai organ mengalami penuaan, berdasarkan kadar protein yang terkait dengan setiap sistem organ. Mereka menghitung rata-rata selisih usia biologis untuk setiap kohort kelahiran dan menggunakan standar deviasi untuk menunjukkan seberapa besar perbedaan setiap kelompok dibandingkan dengan rata-rata keseluruhan.
Ditemukan bahwa generasi yang lebih muda mengalami penuaan biologis lebih cepat, dan percepatan penuaan ini dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih tinggi. Di Inggris, orang yang lahir antara tahun 1965 dan 1974 memiliki kondisi tubuh yang sekitar 23% lebih 'tua' dibandingkan mereka yang lahir pada awal tahun 1950-an, meskipun usia kronologis mereka sama.
Milenial Lebih Cepat Tua
Data dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang yang lahir pada tahun 1990-an, atau masuk kategori milenial, secara biologis sekitar 92% lebih tua dibandingkan mereka yang lahir pada akhir tahun 1960-an.
Percepatan penuaan ini dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker onset dini (kanker yang muncul pada usia muda), terutama kanker paru-paru, saluran pencernaan, dan rahim. Hal ini turut mengisyaratkan bahwa organ-organ tertentu mungkin lebih rentan terhadap penuaan dini.
Percepatan penuaan biologis, terlepas dari faktor genetik, dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker padat onset dini sebesar 15%. Yang perlu dicatat, kanker paru-paru onset dini dikaitkan dengan penuaan dini sistem kekebalan tubuh, sedangkan kanker kolorektal onset dini dikaitkan dengan percepatan penuaan jaringan lemak.
"Jika kita dapat mengidentifikasi kaum muda yang memiliki risiko kanker tertinggi saat mereka masih sehat, kita dapat memfokuskan strategi pencegahan dan deteksi dini bagi individu yang akan memperoleh manfaat terbesar dari intervensi dini," kata seorang ahli epidemiologi molekuler, Yin Cao.
Faktor-faktor seperti gaya hidup, lingkungan, dan stres metabolik dapat mempercepat penuaan jauh sebelum faktor risiko konvensional, seperti riwayat keluarga atau usia kronologis. Meningkatnya kejadian kanker onset dini di seluruh dunia menuntut identifikasi faktor-faktor pemicu yang terkait dengan generasi.
Misalnya pola makan, polusi, dan kurangnya aktivitas fisik. Faktor-faktor ini mempercepat jam biologis dan dengan demikian mendorong kaum muda ke arah risiko kanker.
Risiko kanker kini tidak lagi sekadar bergantung pada berapa kali seseorang merayakan ulang tahunnya. Dengan memantau penuaan secara sistemik maupun spesifik pada organ tubuh, tujuannya adalah mengembangkan strategi pencegahan terarah yang dapat memperlambat penurunan kondisi biologis serta mengurangi risiko kanker pada generasi mendatang.
(fab/fab)
Addsource on Google

6 hours ago
6

















































