Fundamental Kuat, Ini Tiga Mesin Bisnis Antam di 2026

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM kembali mencatatkan peningkatan kinerja keuangan pada Triwulan I-2026. Di mana ANTM membukukan pertumbuhan profitabilitas dengan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun, meningkat 58% dibandingkan Triwulan I-2026 sebesar Rp2,32 triliun.

Sejalan dengan peningkatan tersebut, ANTAM juga membukukan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar 55%, dengan capaian EBITDA Triwulan I-2026 sebesar Rp5,05 triliun dibandingkan Rp3,26 triliun pada Triwulan I-2025.

Kinerja keuangan ANTAM didorong oleh fundamental operasional yang semakin kuat. Hal ini tercermin dari kinerja segmen nikel yang optimal, penguatan sourcing emas untuk menjaga kesinambungan pasokan, serta mulai beroperasinya pabrik smelter grade alumina (SGA) yang memperkuat pertumbuhan segmen bauksit dan alumina.

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menyampaikan bahwa capaian kinerja keuangan yang positif tersebut turut didukung oleh konsistensi perusahaan dalam menerapkan strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif, serta pengendalian biaya yang efektif dan disiplin di seluruh lini operasional.

"Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan, sehingga memberikan imbal hasil yang positif dan nilai tambah bagi para pemegang saham," tambah Untung dikutip Senin (15/6/2026).

Tiga mesin pendapatan ANTM tersebut turut menjadi sorotan Kepala Riset Korea Investment dan Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi. Menurut dia, ANTM memiliki fundamental yang solid didukung oleh diversifikasi komoditas.

"Fundamental solid karena diversifikasi emas, nikel, dan alumina jadi keunggulan struktural. Dividen mencerminkan cashflow sehat. SGAR fase-1 (alumina 1 juta ton/tahun) sudah operasional dan kontribusikan recurring revenue," ungkap dia kepada CNBC Indonesia.

Senada Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menuturkan, secara fundamental, ANTM masih memiliki posisi keuangan yang solid. Hal ini didukung oleh struktur neraca yang sehat dan likuiditas yang kuat.

"Ke depannya, profitabilitas ANTM akan tetap terjaga berkat efisiensi biaya operasional yang terus dilakukan serta optimalisasi volume produksi pada komoditas inti mereka," ungkap dia.

Sebagai informasi, segmen emas berkontribusi sekitar 81% terhadap total penjualan pada Triwulan I-2026, dengan penjualan emas tumbuh 11% menjadi Rp23,89 triliun, dari Rp21,61 triliun pada Triwulan I-2025. Melalui penguatan strategi pemasaran domestik, volume penjualan emas mencapai 8.464 kg (272.124 troy oz.).

Untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku, ANTM menandatangani Gold Sales and Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026. Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan emas nasional sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bagi industri domestik.

Kemudan segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) berkontribusi sebesar 15% atau Rp4,47 triliun terhadap total penjualan pada Triwulan I-2026 atau meningkat 19% dari Rp3,77 triliun pada Triwulan I-2025.

Produksi bijih nikel mencapai 3,88 juta wet metric ton (wmt), dengan volume penjualan sebesar 3,40 juta wmt yang seluruhnya diserap pasar domestik. Sementara itu, produksi feronikel tercatat sebesar 3.976 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan mencapai 2.803 TNi. Seluruh penjualan feronikel terserap oleh pasar ekspor.

Sedangkan segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3% terhadap total penjualan dengan nilai Rp879,14 miliar, meningkat 24% dibandingkan Rp708,75 miliar pada Triwulan I-2025.

Produksi bauksit mencapai 628.785 wmt, sejalan dengan optimalisasi kapasitas dan produktivitas tambang serta peningkatan serapan pasar domestik. Volume penjualan tercatat sebesar 593.476 wmt, naik 9% dari 544.750 wmt pada Triwulan I-2025.

Sejalan dengan optimalisasi operasi pabrik CGA, produksi alumina (chemical grade alumina) mencapai 49.566 ton atau meningkat 13% dibandingkan 44.051 ton pada Triwulan I-2025. Dari sisi penjualan, volume tercatat sebesar 49.072 ton, tumbuh 11% dari 44.048 ton.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |