Jakarta, CNBC Indonesia - Tim pengamatan gunung api Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi di Selasa siang ini, 8 September 2026. Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih di level III atau Siaga.
"Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 08 September 2026 pukul 11:34 WIB namun tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi ± 17 detik," demikian mengutip laporan tim pengamatan gunung api Badan Geologi.
"Saat ini G. Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga. Dengan rekomendasi, masyarakat/ pengunjung/ wisatawan/pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," tegas Badan Geologi.
Bakal Mengulang Kejadian Tahun 2018?
Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau sejak Juli 2026 memunculkan pertanyaan, apakah ada potensi mengulang terjadinya erupsi hingga memicu tsunami seperti tahun 2018 lalu?
Menjawab hal itu, Badan Geologi Kementerian ESDM menegaskan, kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini tidak sama dengan kondisi sebelum tsunami 2018. Adapun, dimensi tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pasca erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil.
"Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini dimensi tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pasca erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologinya tetap dipantau secara intensif," tulis akun Instagram Badan Geologi, Selasa (8/9/2026).
Menurut Badan Geologi, saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga). Badan Geologi menetapkan radius rekomendasi sejauh 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api tersebut.
"Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus level III (SIAGA) dengan jarak rekomendasi 3 km dari pusat aktivitas artinya potensi erupsi masih tinggi. Aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara visual dan instrumental oleh PVMBG. Peningkatan aktivitas tidak ditentukan hanya dari satu erupsi atau video, tetapi dari berbagai parameter pemantauan," tegas Badan Geologi.
(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]

4 hours ago
5















































