Hadapi Tantangan Era Informasi Penting Penguatan Literasi

2 hours ago 2
Nusantara

26 Maret 202626 Maret 2026

Hadapi Tantangan Era Informasi Penting Penguatan Literasi Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat . (ist)

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya penguatan literasi masyarakat sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan kehidupan berbangsa, di tengah derasnya arus informasi saat ini.

Menurutnya, literasi di era digital tidak lagi sekadar kemampuan membaca, tetapi juga menuntut kemampuan berpikir kritis dalam memahami dan menyaring informasi.

“Tantangan literasi saat ini sangat berat. Masyarakat harus mampu berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi,” ujar Lestari, di Jakarta, Kamis (26/3/2026), sebagaimana dikutip dari Parlementaria.

Data Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan capaian literasi peserta didik masih perlu ditingkatkan.

Pemahaman tekstual tercatat sebesar 49,21%, pemahaman inferensial 43,21%, serta kemampuan evaluatif dan apresiatif terhadap teks sebesar 45,32%.

Rerie, sapaan akrabnya, menilai capaian tersebut mengindikasikan bahwa lebih dari separuh peserta didik belum memiliki fondasi literasi yang kuat.

“Ini bukan sekadar persoalan angka, tetapi ancaman nyata bagi daya saing dan kedaulatan bangsa,” tegas Wakil Ketua MPR RI ini.

Ia mengungkapkan sejumlah tantangan dalam peningkatan literasi nasional, antara lain kesenjangan literasi antarwilayah, dominasi budaya lisan dibandingkan budaya tulis, harga buku yang relatif mahal, serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga.

Sebagai langkah konkret, Lestari mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap buku berkualitas melalui penguatan perpustakaan serta penghapusan pajak buku, termasuk PPN dan pajak bahan baku kertas.

DPR RI, ungkapnya, tengah mendorong revisi regulasi terkait perbukuan untuk mendukung upaya tersebut.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pemerataan distribusi guru berkualitas di seluruh daerah.

“Guru adalah panglima literasi di lapangan. Tidak cukup hanya menempatkan guru, tetapi juga harus memastikan dukungan dan insentif yang layak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lestari mendorong agar peningkatan literasi dijadikan sebagai gerakan nasional yang terukur melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. (id10)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |