Investor China, Korea hingga Jepang Berebut Masuk Madura, Ada Apa?

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan Industri Wiraraja Madura di Bangkalan, Jawa Timur, mulai membuka pintu bagi investor dari berbagai negara. China memang menjadi salah satu calon investor terbesar, tetapi sejumlah perusahaan dari Korea Selatan, Jepang, Inggris hingga Uni Emirat Arab juga disebut tengah menjajaki kerja sama.

Kehadiran investor multinasional tersebut membuat pengembangan kawasan industri di Madura tidak hanya bertumpu pada satu sumber modal. Sejumlah pembicaraan bisnis bahkan telah masuk ke tahap kerja sama dengan calon investor dari beberapa negara.

Akhmad Ma'ruf Maulana, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, mengatakan investasi dari China akan masuk dalam bentuk klaster. Model tersebut menjadi salah satu pendekatan untuk membangun konsentrasi industri di kawasan yang tengah dikembangkan.

"Iya. Tapi ada berapa perusahaan Korea yang masuk juga, lagi tahap ini apa, pembicaraan, MoU, penandatanganan Korea, terus Jepang, UK, terus Uni Emirat Arab, gitu. Ada berapa perusahaan, bukan hanya satu perusahaan dari China, enggak, dari beberapa negara," ujar Ma'ruf.

Rencana tersebut sejalan dengan langkah pemerintah memperkuat kerja sama industri dengan mitra internasional. Pada Agustus 2026, Indonesia dan China menandatangani sejumlah kerja sama untuk pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura, termasuk dengan mitra dari Guangdong.

Di dalam kawasan, sejumlah sektor manufaktur telah dipetakan untuk dikembangkan. Jenis industrinya mulai dari pengolahan bahan baku hingga produk manufaktur yang memiliki peluang pasar ekspor.

"Pabriknya itu ada pabrik plastik, benang, matras, furniture, terus cokelat, terus kemasan makanan, makanan, kayak ikan itu kan pengalengan ikan, pengalengan ikan, makanan gitu, tapi semuanya ekspor semua," kata Ma'ruf.

Masuknya perusahaan dari berbagai negara juga menjadi sinyal bahwa pengembangan kawasan tidak diarahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Orientasi ekspor menjadi salah satu karakter yang disiapkan sejak awal dalam pengembangan industri di Bangkalan.

Tahapan kerja sama dengan calon investor saat ini masih berjalan secara bertahap. Beberapa kerja sama yang sebelumnya baru berupa nota kesepahaman akan ditingkatkan ke bentuk kerja sama yang lebih konkret.

"Nanti berapa perusahaan dari Cina dan Korea datang penandatanganan kerja samanya di sana," ujarnya.

Pengembangan kawasan tersebut sekaligus diharapkan memperluas pilihan lokasi investasi di luar kawasan industri yang selama ini terkonsentrasi di Pulau Jawa bagian barat dan tengah. Bangkalan memiliki posisi strategis karena berada di Pulau Madura dan terhubung dengan Surabaya melalui Jembatan Suramadu.

"Saya yang pasti saya sudah komunikasi sama Pak Gubernur sama Kapolda untuk pengamanan, Pangdam, Muspida ini kan, nanti ada penandatanganan lagi tanggal 9 September. Kalau kemarin hanya sekadar MoU sekarang ditingkatkan menjadi PKS tanggal 9 di Jawa Timur," tutur Ma'ruf.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |