Wabah Kecanduan Sudah Parah, 3.000 Kasus Masuk Pengadilan

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 3.000 gugatan masuk ke pengadilan federal Amerika Serikat (AS) yang ditujukan kepada raksasa media sosial dunia. Gugatan tersebut menuding platform-platform tersebut sengaja didesain untuk membuat anak muda ketagihan.

Dalam gugatan disebutkan bahwa anak muda yang menggunakan media sosial menjadi kecanduan, hingga berkontribusi pada meningkatnya depresi, kecemasan, gangguan citra tubuh, dan krisis kesehatan mental.

Ribuan gugatan tersebut diajukan oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah negara bagian, kotamadya, distrik sekolah, hingga individu.

Mereka menuntut ganti rugi, penalti, dan restitusi dari sejumlah perusahaan teknologi tersebut. Para raksasa teknologi sempat mengajukan banding, yang berpotensi memperpanjang proses litigasi.

Sebelumnya, juri di Los Angeles memutuskan bahwa Meta dan Google lalai dalam merancang platform media sosial sehingga membahayakan anak muda. Para juri juga memberikan ganti rugi sebesar US$6 juta kepada seorang wanita muda yang mengaku kecanduan Instagram dan YouTube sejak kecil.

Di sisi lain, pihak platform membantah tuduhan tersebut. Mereka berupaya mengajukan banding untuk membatalkan putusan pengadilan tingkat bawah agar terhindar dari 3.000-an gugatan tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (11/8/2026).

Namun, permohonan banding itu ditolak oleh Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 AS. Artinya, ribuan gugatan tersebut dapat terus dilanjutkan.

Pengadilan juga menolak permohonan Meta untuk menunda persidangan dalam gugatan yang diajukan oleh 29 jaksa agung negara bagian. Perusahaan dituding melakukan pengumpulan dan penggunaan data anak, merancang platform agar pengguna muda kecanduan, serta menyesatkan konsumen mengenai tingkat keamanannya.

Pengacara yang mewakili ribuan distrik sekolah dan individu penggugat, Lexi Hazam dan Previn Warren, menyatakan bahwa putusan tersebut memungkinkan persidangan di tingkat negara bagian tetap berlanjut. Hal ini termasuk persidangan atas klaim yang diajukan oleh distrik sekolah yang dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang.

"Pengadilan menjadi sarana bagi publik untuk mengetahui apa yang Meta ketahui mengenai dampak produknya terhadap anak-anak, kapan mereka mengetahuinya, dan apa yang mereka pilih untuk dilakukan dengan pengetahuan tersebut," ujar mereka.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |