Jangan Khawatir, Stok BBM Non Subsidi Pertamax Cs Sampai 30 Hari

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi rata-rata berumur lebih panjang, yakni bisa mencapai 30 hari.

Stok BBM non subsidi ini terhitung lebih tinggi dibanding rata-rata cadangan BBM subsidi dalam negeri.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan, cadangan BBM bensin RON 92 seperti Pertamax terhitung mencapai 29-30 hari. Sementara untuk jenis Solar/ diesel non subsidi seperti Pertamina Dex terhitung mencapai 45 hari, dan cadangan avtur mencapai 37 hari.

"Pertamax atau RON 92 dan juga ada Pertamax Turbo, ada Pertamina Dex, Avtur, itu justru cadangan sangat jauh di atas apa yang ditetapkan tadi," ungkap Yuliot dalam Konferensi Pers di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

"Jadi Bapak Ibu untuk ketersediaan BBM dalam rangka mobilisasi masyarakat itu kami rasa sangat memadai," ujarnya.

Meskipun, secara keseluruhan cadangan terhitung di angka 23-25 hari. Namun secara ekosistem, menurutnya ketahanan BBM dalam negeri mencapai 30 hari.

"Tentu ini merupakan bagian upaya kita meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal ketersediaan BBM di dalam negeri," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, saat ini ketersediaan stok BBM dalam negeri sanggup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia hingga 21 hari ke depan. Namun, perhitungannya bukan berarti dalam 21 hari ke depan BBM akan habis.

Melainkan, setiap hari tangki minyak tersebut akan terus terisi kembali. Dia menggambarkan tangki minyak ini seperti toren air, ketika minyaknya sudah diambil setiap harinya, akan ada minyak baru yang mengisi kembali toren atau tangki tersebut sesuai dengan kapasitasnya.

"Nah sekarang, yang saya sampaikan itu adalah kapasitas tampung kita. Kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Dan minyak kita yang waktu saya sampaikan itu ada kapasitasnya 23 hari. Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis terus ini, bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya. Hari ini 23 hari, ada yang keluar lagi contoh 1 juta kiloliter, ada masuk lagi. Karena produksi kita kan jalan terus," jelasnya.

"Dia itu semacam bak. Tahu nggak ada bak? Kalau saya di kampung dulu nggak ada air PAM, ada air bak. Bak itu menampung hujan. Kapasitas mungkin cuma 3 ton. Begitu hujannya tidak ada, airnya ditampung di situ," tambahnya.

"Jadi jangan dipikir bodoh 21 hari itu minyak kita habis, bukan itu maksudnya," tegasnya.

"Kami pakai mandi, habis mungkin setengah. Begitu setengah habis hujan turun, isi lagi. Ya kayak gitu gitu loh. Jadi jangan dipikir bodoh 21 hari itu minyak kita habis, bukan itu maksudnya. Jangan diabulekein kasihan rakyat kita. Dikasihlah edukasi yang baik sayang, agar kita tidak gagal paham. Pakailah kecerdasan kita ini untuk menyampaikan hal yang benar, informasi yang benar. Boleh pegang medsos tapi jangan jadi medsos yang merugikan rakyat kita. Saya nggak bohong kok, demi Allah saya menyampaikan apa adanya. Makanya dengan kejadian storage kita yang cuma 25 hari, perintah Bapak Presiden Prabowo harus kita bangun minimal storage kita 3 bulan. Itulah standar nasional," paparnya.

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |