Kasus Percobaan Pembunuhan Aktivis Andrie Masih Gelap, Kabais TNI Serahkan Jabatan

6 hours ago 6
Nusantara

26 Maret 202626 Maret 2026

Kasus Percobaan Pembunuhan Aktivis Andrie Masih Gelap, Kabais TNI Serahkan Jabatan

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Kasus percobaan pembunuhan menggunakan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus masih gelap setelah dua pekan berlalu. Belum ada perkembangan signifikan dari Polda Metro Jaya yang membuka penyelidikan awal kasus ini.

Andrie disiram air keras oleh dua orang tidak dikenal di Jalan Salemba 1, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) malam.

Serangan terjadi usai Andrie menghadiri acara podcast bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Polda Metro Jaya memperkirakan ada lebih empat orang yang terlibat dalam penyiraman air keras terhadap aktivis pembela Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut. Di sisi lain Mabes TNI mengaku telah menahan empat prajurit yang diklaim terkait serangan air keras tersebut.

CNNIndonesia.com merangkum perkembangan kasus terkait kasus penyerangan air keras ke Andrie yang sudah berlalu dua pekan, yakni sebagai berikut:

Beda informasi Polda Metro Jaya dan TNI
Rabu (18/3), Puspom TNI menggelar konferensi pers terkait kasus air keras. Pada waktu yang hampir bersamaan, Polda Metro Jaya juga menggelar konferensi pers. Ada perbedaan inisial tersangka yang disampaikan dua institusi itu.

TNI menyatakan telah mengamankan empat orang anggotanya yang diduga jadi pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus, yakni NDP berpangkat kapten, SL dan BHW berpangkat lettu, dan ES berpangkat serda.

Keempatnya bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Sementara itu Polda Metro Jaya mengungkap identitas dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie. Versi Polda Metro Jaya, inisial dua pelaku adalah BHC dan MAK. Namun, dua orang lainnya belum teridentifikasi. Kemungkinan terduga pelaku yang terlibat lebih dari empat orang.

Keduanya punya inisial berbeda dengan yang dibeberkan Puspom TNI. Tidak ada koordinasi antara Puspom TNI dan Polda Metro Jaya dalam menyelidiki kasus ini.

Penyerahan jabatan Kabais TNI

Terbaru Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatannya terkait dengan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie.

“Sebagai pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Ka BAIS,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (25/3).

Hingga saat ini juga TNI belum mengumumkan sosok yang akan menggantikan Letjen Yudi Abrimantyo.

TNI juga tidak menyampaikan perkembangan terbaru hasil penyelidikannya usai empat anggota BAIS ditahan terkait dugaan keterlibatan mereka dalam serangan air keras ke Andrie.

Kondisi Iskemia di mata kanan

Sementara itu Tim medis RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) menemukan ada kondisi iskemia atau kekurangan aliran darah pada area bawah sklera mata kanan Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

“Tim medis menemukan adanya kondisi iskemia (kekurangan aliran darah) kembali pada area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40 persen yang menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya,” ujar RSCM melalui keterangan pers yang dibagikan Humas Sylvia, Rabu (25/3) malam.

Desakan bentuk Tim Independen

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah tegas untuk memastikan pengungkapan kasus ini dilakukan secara menyeluruh dan independen.

“Termasuk dengan memerintahkan pembentukan tim atau mekanisme investigasi yang kredibel dan bebas dari konflik kepentingan guna menelusuri keterlibatan seluruh aktor, termasuk dalam rantai komando,” kata Ketua Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur dalam keterangan resmi.

Isnur juga mendesak agar penanganan perkara ini dilakukan melalui peradilan umum, serta tidak membiarkan perkara yang terjadi di ruang sipil dialihkan ke dalam yurisdiksi peradilan militer yang berpotensi menghambat transparansi dan akuntabilitas.

Prabowo sebut tindakan terorisme

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan tindakan yang tergolong sebagai terorisme.

“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!” tegas Prabowo dalam keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).

Menurutnya, penegakan hukum juga harus mampu mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

“Termasuk siapa yang menyuruh, siapa yang membayar,” ujarnya.

Prabowo juga sekaligus memastikan bahwa proses hukum akan berjalan tanpa pandang bulu, termasuk jika terdapat keterlibatan aparat.

“Ya jelas dong (kalau itu dari aparat). Tidak akan! (ada impunitas). Saya menjamin!” kata dia.(cnni)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |