Kementerian KKP Diminta Beri Bantuan VMS Bagi Nelayan Kecil

2 hours ago 1
Nusantara

4 Februari 20264 Februari 2026

Kementerian KKP Diminta Beri Bantuan VMS Bagi Nelayan Kecil

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman meminta Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan hadiah lebaran pada nelayan kecil terkait kebijakan Vessel Monitoring System (VMS).
Output dari kebijakan VMS ini adalah penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

” Ayok kita kembalikan sebagian PNBP yang telah berhasil diperoleh di tahun 2025 lalu, untuk bantuan VMS bagi nelayan kecil kita,” imbau Alex,  dalam relisnya yang diterima, Rabu (4/2/2026) di Jakarta.

VMS adalah sistem pemantauan kapal perikanan berbasis satelit yang wajib dipasang pada kapal berizin pusat (biasanya di atas 30 GT atau eks-daerah yang bermigrasi).

Kegunaannya, untuk melacak posisi dan aktivitas secara real-time. VMS bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan (fitur alarm), efisiensi dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi perikanan berkelanjutan.

Hingga April 2025 lalu, sekitar 8.893 kapal telah terpasang VMS dari total 13.313 unit kapal yang mengantongi izin dari pemerintah pusat.

Di momen rapat kerja Komisi IV DPR  yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Heriadi atau Titiek Soeharto dengan mitra kerja bersama agenda pengamanan harga dan persiapan stok bahan pangan menjelang Ramadhan 2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026) dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Wamen KKP Didit Herdiawan Ashaf, Kepala Bulog Ahmad Rizal Ramdhani,  Alex juga mengapresiasi Menteri KKP yang telah menggaransi, akan ada percepatan pemberian izin bagi pengusaha perikanan yang akan memasang VMS.

“Dengan semakin banyaknya nelayan yang menggunakan VMS, tentunya akan menambah potensi pemasukan negara dari sektor ikan tangkap,” ungkap Alex yang juga ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.

Dalam rapat, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono memperkirakan, produksi ikan nasional untuk periode Januari hingga Maret 2026, mencapai 3,57 juta ton. 

Angka tersebut terdiri dari kontribusi produksi ikan budidaya sebesar 2,05 juta ton yang mengandalkan optimalisasi masa panen serta produksi ikan tangkap sebesar 1,52 juta ton, dengan tetap memperhatikan dinamika cuaca dan musim penangkapan. (Id10)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |