Komputer Tidak Laku, Nasib Pedagang Miris Jualan Laptop Susah

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi geopolitik yang tidak menentu berdampak signifikan pada industri komputer. Pasalnya, industri komputer kini terpukul oleh krisis kelangkaan cip memori global akibat ledakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Firma riset IDC melaporkan pengapalan komputer pribadi (personal computer/PC) anjlok 4,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal II-2026 menjadi 68,2 juta unit. Angka tersebut menandai penurunan pasar PC setelah sempat mencatat pertumbuhan selama sembilan kuartal berturut-turut.

Selain krisis cip memori yang membuat biaya komponen kian melambung, faktor lain yang memicu kelesuan pasar PC adalah isu geopolitik yang mengguncang perekonomian dunia.

"Inti persoalannya di sini adalah ketidakselarasan antara jumlah unit dan nilai pendapatan. Volume pengiriman menurun, namun pendapatan justru meningkat karena para vendor menerapkan kenaikan harga lebih cepat daripada laju penurunan permintaan," ujar Jitesh Ubrani, Research Director Perangkat Konsumen IDC, dikutip dari FoneArena, Sabtu (15/8/2026).

Ubrani memprediksi krisis kelangkaan cip memori tidak akan mereda hingga awal 2028. Menurutnya, kondisi makroekonomi yang memburuk serta siklus pemajuan inventaris dapat memicu perlambatan tajam pada tingkat pertumbuhan pasar di paruh kedua 2026.

Para produsen PC, termasuk laptop, juga bersiap menaikkan harga jual pada 2027. Sementara itu, pihak distributor mulai mengkhawatirkan tingginya tingkat inventaris untuk produk-produk di segmen harga yang lebih tinggi.

IDC menyebut tekanan biaya akibat kelangkaan cip memori berpotensi memperlambat siklus pembaruan (refresh cycle) PC secara luas, bahkan di tengah meningkatnya minat terhadap pemrosesan AI langsung di perangkat (on-device AI) seiring naiknya biaya komputasi awan (cloud).

Firma riset tersebut juga menyoroti konsolidasi vendor yang terus berlanjut. Merek-merek raksasa seperti Apple, Dell, dan Lenovo memanfaatkan skala operasi mereka di berbagai lini bisnis terkait-termasuk HP dan server-untuk mengamankan pasokan memori sekaligus menekan pesaing yang lebih kecil.

"Seiring dengan kondisi pasar yang terus memburuk, manajemen rantai pasokan makin krusial. Pabrikan-pabrikan besar dengan daya beli tinggi dan jaringan rantai pasokan yang kuat berada pada posisi yang lebih menguntungkan ketimbang pesaing-pesaing yang lebih kecil," ungkap Vice President Perangkat Konsumen IDC, Jean Philippe Bouchard.

Dalam jajaran Top 5 pabrikan PC global, hanya Apple dan Asus yang berhasil mencatat pertumbuhan positif. Sementara tiga penguasa pasar teratas-Lenovo di posisi pertama, HP di posisi kedua, dan Dell di posisi ketiga-mengalami penurunan pengapalan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Apple yang menempati peringkat keempat mencetak kenaikan pengapalan sebesar 10,1% YoY pada kuartal II-2026. Sementara Asus tumbuh tipis 0,2% YoY dan bertahan di urutan kelima.

Berikut rincian pasar PC global pada kuartal II-2026:

Perusahaan

Pengapalan Q2-2026

Market Share Q2-2026

Pertumbuhan YoY

Lenovo

16,6 juta

24,4%

-2,1%

HP Inc.

13,0 juta

19,1%

-9,0%

Dell Technologies

9,3 juta

13,6%

-5,0%

Apple

6,7 juta

9,9%

10,1%

Asus

5,0 juta

7,4%

0,2%

Lainnya

17,5 juta

25,7%

-10,5%

Total

68,2 juta

100,0%

-4,9%

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |