Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI: Market Tidak Perlu Panik

9 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia-Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti meminta pelaku pasar agar tidak panik setelah mundurnya Perry Warjiyo.

"Tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Karen kami dari BI akan menjalankan kebijakan kami seperti yang sudah dilakukan sebelumnya," ungkap Destry dalam konferensi pers usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026)

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup terdepresiasi 0,36% ke posisi Rp18.000/US$ pada perdagangan hari ini. Posisi tersebut sekaligus menjadi level terlemah rupiah dalam tujuh hari perdagangan terakhir.

Destry memastikan arah kebijakan tidak berubah sejak Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir. Stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi fokus utama, sementara kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi tetap dilakukan.

"Stance kebijakan kami tidak berubah bahwa stabilitas nilai tukar menjadi kunci dari kebijakan saat ini sehingga kami juga akan berada di pasar dengan intervensi di spot, ndf, dndf," jelasnya.

Atas arah kebijakan tersebut, Destry meyakini aliran modal asing terus masuk ke dalam negeri sehingga memberikan dampak positif terhadap nilai tukar.

"Kami juga mengharapkan inflow akan terus terjadi dengan kita juga memberikan insentif kepada dana capital inflow yang masuk dengan menurunkan biaya hedging. Jadi kebijakan itu masih tetap kami lakukan," tambahnya.

Destry juga menekankan bahwa sistem kepemimpinan di Bank Indonesia bersifat kolektif kolegial. Karena itu, meski Perry Warjiyo mundur, tugas dan fungsi bank sentral tetap dijalankan bersama oleh seluruh jajaran Dewan Gubernur.

Mengakhiri pernyataanya, Destry berharap kondisi pasar keuangan nasional segera kembali stabil setelah munculnya sentimen akibat pengunduran diri Perry Warjiyo.

"Kita juga tentu berharap stabilitas di pasar keuangan kita akan bisa pulih dan normal kembali seperti semula," pungkasnya.

(emy/mij)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |