Wakil Ketua DPRD Sumut, Ihwan Ritonga. Waspada.id/ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Wakil Ketua DPRD Sumut, Ihwan Ritonga, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, terkait insiden yang terjadi di lingkungan Kantor KONI Sumut, Jumat lalu.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Medan, Minggu (12/4), Ihwan—politisi dari Partai Gerindra—menilai respons Gubernur merupakan bentuk ketegasan dan kepedulian terhadap kondisi darurat narkoba yang saat ini dihadapi Sumatera Utara.
Menurutnya, sikap yang ditunjukkan Gubernur tidak bisa dilepaskan dari kegelisahan seorang pemimpin melihat maraknya penyalahgunaan narkoba yang telah merusak generasi muda dan mengancam masa depan daerah.
“Apa yang dilakukan Gubernur yang menampar seorang sopir direksi salah satu BUMD Sumut adalah refleksi dari kegelisahan dan tanggung jawab seorang pemimpin. Ini bentuk respons spontan atas kondisi yang sudah sangat memprihatinkan,” ujar Ihwan.
Ia menegaskan, sebagai kepala daerah sekaligus “Bapak Sumut”, Gubernur memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga masyarakat dari berbagai ancaman, termasuk bahaya narkoba yang semakin meluas.
“Beliau adalah ‘Bapak’ bagi masyarakat Sumatera Utara. Sudah menjadi tanggung jawabnya untuk melindungi rakyat dari ancaman serius seperti narkoba. Ketegasan seperti ini justru menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat,” katanya.
Ihwan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat persoalan ini secara utuh dan tidak terjebak pada persepsi negatif semata, melainkan memahami konteks besar yakni upaya menyelamatkan Sumatera Utara dari ancaman narkoba.
“Kita harus berdiri bersama dalam memerangi narkoba. Jangan sampai fokus kita teralihkan dari persoalan utama yang jauh lebih besar dan berbahaya,” tegasnya.
DPRD Sumut, lanjut Ihwan, mendukung langkah-langkah tegas pemerintah provinsi dalam memberantas peredaran narkoba serta menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi masyarakat.
“Ini momentum untuk memperkuat komitmen bersama melawan narkoba. Ketegasan pemimpin harus kita dukung demi kebaikan Sumatera Utara ke depan,” tutupnya.
Ihwan menambahkan, upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, tokoh agama, dan lembaga pendidikan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba yang selama ini dinilai semakin masif di berbagai daerah di Sumatera Utara.(id145)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































