Polisi menyatakan bahwa sebuah alat peledak rakitan yang dilemparkan di dekat demonstrasi anti-Islam di luar kediaman resmi Wali Kota New. Insiden tersebut kini diselidiki sebagai kemungkinan tindakan teror. (Tangkapan Layar Video AFP/AFPTV/Charly TRIBALLEAU)
Dilansir Reuters Senin (9/3/2026), Departemen Kepolisian New York (NYPD) pada Minggu mengatakan analisis awal tim penjinak bom menunjukkan alat yang digunakan dalam insiden itu merupakan Improvised Explosive Device (IED) atau alat peledak rakitan, bukan bom asap maupun alat palsu. Polisi menyebut alat tersebut berupa stoples yang dibungkus lakban dan berisi mur, baut, serta sekrup. (Tangkapan Layar Video AFP/AFPTV/Charly TRIBALLEAU)
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu ketika dua alat mencurigakan dilemparkan oleh seorang pria yang diidentifikasi sebagai Emir Balat di dekat demonstrasi yang menentang salat berjamaah Muslim. Aksi tersebut dipimpin oleh influencer sayap kanan Jake Lang di luar Gracie Mansion, kediaman resmi Wali Kota New York Zohran Mamdani yang beragama Islam. (Tangkapan Layar Video AFP/AFPTV/Charly TRIBALLEAU)
Seorang koresponden AFP di lokasi kejadian mengatakan Balat terdengar meneriakkan “Allahu akbar” saat insiden berlangsung. Saksi mata juga melaporkan melihat api dan asap ketika alat tersebut melayang di udara sebelum mengenai pembatas jalan beberapa meter dari barisan polisi. (Tangkapan Layar Video AFP/AFPTV/Charly TRIBALLEAU)
Polisi kemudian menangkap dua pria setelah kejadian itu, yakni Balat dan Ibrahim Kayumi. Menurut penyelidikan awal, Kayumi diduga menyerahkan salah satu alat yang kemudian dilemparkan Balat sebelum jatuh di dekat petugas polisi. Kedua pria tersebut kini ditahan dan kasusnya sedang diselidiki oleh detektif anti-terorisme. (Tangkapan Layar Video AFP/AFPTV/Charly TRIBALLEAU)
Demonstrasi yang digelar Lang di depan Gracie Mansion dihadiri sekitar 20 orang dan memprotes apa yang ia sebut sebagai “Islamisasi” serta menyerukan penghentian salat berjamaah Muslim di New York. Aksi itu memicu protes tandingan yang diikuti sekitar 125 orang. Polisi mengatakan tidak ada indikasi bahwa Wali Kota Mamdani berada di rumah saat kejadian, dan penyelidikan kini dilakukan bersama FBI melalui Satuan Tugas Terorisme Gabungan. (Tangkapan Layar Video AFP/AFPTV/Charly TRIBALLEAU)

2 hours ago
3















































