Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto bicara mengenai kekayaan negara yang dibawa "lari" ke luar negeri sehingga sulit untuk memberikan kehidupan yang layak bagi rakyat. Padahal, menurut Prabowo, ilmu ekonomi dapat dipahami dengan sederhana, yakni mengelola hasil usaha dengan baik.
Hal tersebut diungkapkan saat menghadiri Puncak Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026).
Dalam pidatonya, menurut Prabowo, pengelolaan kekayaan nasional perlu dilakukan agar tetap berada di dalam negeri dengan tujuan untuk menyejahterahkan masyarakat.
"Kita ingin merdeka dari sejak ratusan tahun, puluhan tahun. Kita ingin merdeka agar kita, seluruh rakyat Indonesia, hidup layak. Kita menginginkan rakyat kita hidup layak. Bagaimana kita bisa memberi kehidupan layak kepada rakyat kita kalau kekayaan kita diambil terus, dibawa ke luar negeri dan tidak dinikmati oleh rakyat kita? Ini tidak masuk akal. Di mana ada ilmu ini?," kata Prabowo.
Prabowo memberikan contoh aktivitas sehari-hari di mana masyarakat yang memiliki usaha kecil seperti warung kopi merupakan kegiatan ekonomi.
"Jadi ibu-ibu, bapak-bapak, ekonomi itu jangan dianggap ilmu yang ilmu dewa-dewa gitu. Ekonomi itu sederhana. Kalau ibu buka warung, ya itu ekonomi. Satu cangkir kopi modalnya berapa, dijual berapa, selisihnya itu untung, untung ditabung," katanya.
Kemudian Prabowo mengaitkan analogi tersebut dengan kondisi perekonomian nasional. Menurut, ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu, persoalan utama Indonesia adalah kekayaan bangsa yang mengalir ke luar negeri, sehingga tidak memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
"Indonesia ini kekayaannya dibawa ke luar dan tidak ditabung-tabung karena nggak ada di Indonesia," katanya.
Lebih lanjut, kepala negara juga mengatakan bahwa arah kebijakan ekonomi Indonesia yang dijalankan bukanlah gagasan baru. Hal itu merupakan amanat dari Undang-Undang Dasar 1945 khususnya pasal 33 dan 34.
"Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar kita, itu keyakinan saya. Gagasan saya tidak ada yang baru. Gagasan saya tidak ada yang luar biasa. Gagasan saya hanya ingin menegakkan Undang-Undang Dasar kita. Karena saya yakin bahwa Pasal 33 itu dan Pasal 34 itu adalah roh dari perjuangan pendiri-pendiri bangsa kita," tuturnya.
(miq/miq)
Addsource on Google

5 hours ago
2
















































