Jakarta, CNBC Indonesia - China kembali menjadi sorotan berkat kecanggihan model-model AI-nya. Data dari marketplace model AI, OpenRouter, menunjukkan banyak perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang menggunakan model-model AI berbiaya rendah buatan China.
Tren ini seakan menjadi pembuktian bagi industri AI China yang mengandalkan sumber terbuka (open-source) dan bobot terbuka (open-weight). Reputasi China di bidang AI makin moncer, sekaligus mempersempit ketimpangan dengan model-model AI unggulan (frontier AI) asal AS, seperti Anthropic dan OpenAI.
Setelah DeepSeek yang mengguncang industri teknologi Amerika Serikat (AS), kini Moonshot muncul sebagai 'primadona' baru melalui model K3 teranyarnya. Namun, AS lagi-lagi bereaksi dengan popularitas model AI China.
Moonshot asal China dituduh mencuri data dari model AI paling canggih milik Anthropic, yakni Fable. Pejabat tinggi teknologi di pemerintahan Trump, Michael Kratsios, mengatakan Moonshot menggunakan Fable untuk membantu pengembangan K3. Selain itu, Moonshot juga dituduh memperoleh chip AI canggih dari Nvidia asal AS.
"Kami memiliki informasi bahwa Moonshot melakukan distilasi terhadap Fable milik Anthropic untuk pengembangan model K3 mereka," ujarnya dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari Reuters, Kamis (23/7/2026).
"Praktik distilasi industri secara diam-diam dan berskala besar yang bertujuan mencuri teknologi eksklusif AS serta melemahkan penelitian Amerika adalah tindakan yang tidak dapat diterima," ia menambahkan.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Rabu (22/7), menyatakan dalam sebuah unggahan terpisah di X bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk memasukkan Moonshot ke dalam daftar hitam perdagangan dan menjatuhkan sanksi tegas.
Tuduhan dari pemerintahan Trump kemungkinan akan meningkatkan ketegangan terkait isu teknologi antara Beijing dan Washington, seiring dengan langkah perusahaan-perusahaan dari kedua negara dalam meluncurkan model AI yang makin canggih, memiliki dampak ekonomi luas, serta berpotensi digunakan di bidang militer.
Moonshot tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Chang, menyebut komentar Kratsios "sama sekali tidak berdasar" dan menambahkan bahwa China menghormati perlindungan kekayaan intelektual.
"Pihak-pihak terkait di ASharus menghormati fakta, menanggalkan prasangka, serta berhenti mencoreng dan mendiskreditkan pencapaian China dalam pengembangan industri kecerdasan buatannya," ujarnya.
Eksekutif kebijakan publik Anthropic, Sarah Heck, menyatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa pencurian model AS oleh pihak China "menimbulkan risiko keamanan nasional yang serius bagi AS."
(fab/fab)
Addsource on Google

5 hours ago
4
















































