Prabowo Tanya Soal Ekspor Mineral Kritis, Luhut Setuju Disetop Tapi..

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut binsar Pandjaitan menyatakan, sempat ditanya Presiden RI Prabowo Subianto mengenai ekspor komoditas mineral kritis.

Luhut menceritakan, pada saat rapat di Dewan Ekonomi Nasional, Presiden RI Prabowo Subianto sempat menanyakan hal tersebut. "Presiden tanya mengenai mineral, critical mineral itu ekspor bagaimana? Saya bilang, saya setuju sekali Pak, itu dihentikan saja. Jadi jangan dengan bebas begitu, tapi dengan sistem yang bagus," terang Luhut dalam acara bertajuk Indonesia Ethical AI Summit di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Kemudian Luhut menjelaskan, bahwa sejatinya Indonesia sudah memiliki sistem tata kelola ekspor melalui Sistem Informasi Mineral dan Batub Bara (Simbara).
"Sistemnya bagaimana? Saya bilang, Pak (Prabowo), pakai saja Simbara yang sudah ada plus yang perbaikan. Nah itu Pak, itu bagus dengan Seto (Septian Hario Seto-Anggota DEN) yang mengerjakan itu, dan sekarang hampir selesai. Itu semua terintegrasi. Dan itu akan membantu penerimaan negara yang sangat besar sekali," ungkap Luhut.

Mulanya, Luhut menyatakan bahwa sejatinya pemerintah sudah meluncurkan Simbara. Di mana, sistem ini adalah sebuah aplikasi digital yang tehubungan antara hulu dengan hilir.

Luhut mencotohkan batu bara, dengan Simbara semua akan terdeteksi dimulai dari Izin Usaha Pertambangan (IUP), julah luas IUP-nya, kalori batu baranya hingga produksi dan seterusnya.

"Kalau dia salah satu belum comply, misalnya dia belum bayar pajak, atau dia belum bayar royalti, dia otomatis akan shut down, tidak bisa dipengaruhi, karena dia berhenti mengalir tadi ke apa, ke nasional single window. Jadi satu ekosistem yang terbangun, apakah ada masalah? Pastinya ada, tapi kita perbaikin satu per satu," tegas Luhut.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |