Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Tuan rumah PSMS Medan gagal memetik poin penuh setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (28/3).
Hasil ini seperti pukulan telak bagi skuad Ayam Kinantan. Alih-alih mendekati papan atas klasemen, satu poin yang diraih justru semakin mempersulit langkah PSMS untuk beranjak dari posisi papan tengah.
Pertandingan yang berlangsung sengit ini menyajikan drama mulai dari kartu kuning awal, kontroversi VAR, hingga ketegangan 7 menit injury time yang membuat suporter kehilangan suara.
Sejak peluit wasit Asep Yandis dibunyikan, PSMS mencoba menguasai laga dengan umpan-umpan pendek. Namun, tempo permainan justru lebih banyak dihiasi pelanggaran keras. Pada menit ke-4, Nazar harus menerima kartu kuning setelah menjatuhkan pemain lawan dengan cukup brutal.
Tuan rumah nyaris kecolongan di menit ke-9. Umpan Kim yang gagal sempurna dicuri oleh striker PSPS, Francis. Sayangnya, umpan matang Francis ke arah Antonio masih melebar tipis di samping gawang yang dikawal Reky Rahayu.
Hingga 15 menit pertama, dominasi PSMS terlihat jelas, tetapi ketajaman di lini depan menjadi pekerjaan rumah besar. Umpan silang Ari Maring gagal dimanfaatkan Clayton karena kontrol bola yang belum maksimal.
Puncak drama terjadi pada menit ke-26. Antonio sempat mencetak gol untuk PSPS, namun asisten wasit langsung mengangkat bendera tanda offside.
Terjadi protes keras dari kubu tim tamu. Wasit pun mengecek Video Assistant Referee (VAR). Setelah pengecekan ulang, posisi Antonio dinyatakan on-side. Gol pun disahkan. PSPS unggul 1-0, membuat stadion yang tadinya bergemuruh mendadak hening.
Tertinggal satu gol, pelatih PSMS Eko Purdjianto terlihat gelisah di pinggir lapangan. Ritme permainan anak asuhnya melamban dan kehilangan arah hingga babak pertama usai. Skor 1-0 untuk keunggulan PSPS Pekanbaru bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Eko Purdjianto langsung bergerak cepat. Ari Maring digantikan Antoni dan Dani Saputra digantikan Zaki. Strategi ini langsung mengubah wajah permainan PSMS.
Meski PSPS sempat mendapat peluang emas akibat kecerobohan lini belakang tuan rumah, keberuntungan belum berpihak pada mereka. Tekanan demi tekanan terus dibangun Ayam Kinantan.
Namun, kegagalan kembali menghantui PSMS. Pada menit ke-63, Clayton mendapat peluang emas lewat umpan pendek Cadenazi di mulut gawang. Di saat seluruh stadion bersiap merayakan gol, tendangan Clayton justru melambung. Suara erangan penonton terdengar nyaring.
Hingga akhirnya, pecah kebuntuan! Di menit ke-65, Zaki menjadi pahlawan. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, ia dengan tenang menceploskan bola ke jala gawang PSPS. Stadion Utama Sumut bergemuruh! Sorak sorai suporter mengiringi skor imbang 1-1.
Eko Purdjianto kembali melakukan rotasi. Arif Setiawan masuk menggantikan Nazar untuk menambah daya gedor. Di sisi lain, pelatih PSPS Aji Santoso tak tinggal diam, menarik Asir dan memasukkan Vieri Doni untuk mempertahankan momentum.
Memasuki menit ke-90, skor masih bertahan 1-1. Wasit memberikan tambahan waktu 7 menit yang dramatis. Harapan tuan rumah diletakkan pada Rifal Lastori yang masuk menggantikan Clayton, namun kombinasi lini serang PSMS masih kesulitan menembus tembok pertahanan PSPS yang disiplin.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-1 bertahan hingga akhir, membagi satu poin untuk kedua tim yang bersaing ketat di papan tengah klasemen sementara. (id08)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































