Purbaya Sebut Bank Dunia Telah Berbuat Dosa

3 hours ago 3
EkonomiNusantara

Purbaya Sebut Bank Dunia Telah Berbuat Dosa Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (ist)

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan, bahwa Wold Bank atau Bank Dunia telah melakukan perbuatan ‘dosa’ terhadap proyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Menkeu mengkritik dan menilai perhitungan Bank Dunia keliru, sehingga dapat memicu sentimen negatif terhadap perekonomian nasional, yang kini dalam kondisi tumbuh.b

“Tapi dia (Bank Dunia) sudah melakukan dosa besar dengan menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal. Kalau dia berubah prediksi ekonominya lagi,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Kamis (9/4/2026).

Purbaya menyebut kinerja ekonomi pada kuartal I-2026 masih kuat. Pertumbuhan dinilai berpotensi mencapai di atas 5,6 persen.

“Kan kuartal pertama aja mungkin 5,6 atau lebih. Berarti World Bank menghitung kita mau resesi turun ke bawah sekali, setelah itu kan kalau rata-ratanya ke 4,6, saya pikir World Bank salah hitung,” ujarnya.

Purbaya menegaskan, Pemerintah tetap fokus menjaga fundamental ekonomi. Langkah dilakukan melalui program prioritas, stabilitas sistem keuangan, serta perbaikan iklim investasi.

Menkeu menduga proyeksi Bank Dunia dipengaruhi asumsi harga minyak global yang tinggi. Tapi kondisi minyak tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.

“Saya yakin World Bank menghitung itu karena dampak harga minyak tinggi, kan kalau sebulan dari sini harga minyak turun Ke level normal lagi World Bank pasti akan berubah prediksinya,” tuturnya.

Purbaya menyatakan akan menunggu klarifikasi jika proyeksi tersebut direvisi. Saat ini Pemerintah akan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Turun Jadi 4,7 Persen

Proyeksi Bank Dunia pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal turun menjadi 4,7 persen pada 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi Oktober 2025 yang sebesar 4,8 persen.

Revisi tersebut tercantum dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026.

“Pertumbuhan Indonesia diproyeksikan melambat menjadi 4,7 persen, karena hambatan dari harga minyak yang lebih tinggi dan sentimen penghindaran risiko,” tulis laporan tersebut, dikutip Kamis (9/4/2026).

Bank Dunia menilai perlambatan dipengaruhi tekanan eksternal. Kenaikan harga minyak global dan meningkatnya kehati-hatian investor menjadi faktor utama.

Kawasan Asia Timur dan Pasifik diproyeksikan ikut melambat. Pertumbuhan regional turun menjadi 4,2 persen pada 2026 dari 5 persen pada 2025. (Id88)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |