RI Bangun Pipa Gas Dumai-Sei Mangkei, Begini Progresnya

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat progres pembangunan proyek pipa transmisi gas bumi ruas Dumai - Sei Mangkei (Dusem) Segmen 1 mencapai 37,494% hingga akhir Juli 2026. Angka tersebut dinilai telah melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah dalam mempercepat swasembada energi nasional.

Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhiawan menilai pentingnya ketaatan terhadap standar operasional serta transparansi anggaran agar Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut memberikan dampak ekonomi untuk masyarakat.

"Program swasembada energi merupakan amanat Presiden untuk menopang perekonomian masyarakat. Kunci proyek nasional ini adalah tidak boleh mangkrak, tepat waktu, tepat biaya, serta terhindar dari kebocoran anggaran maupun potensi korupsi," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (10/8/2026).

Proyek pipa gas sepanjang total 535,4 kilo meter (km) tersebut dibagi menjadi dua segmen pengerjaan secara paralel untuk mengejar target penyelesaian pada akhir 2027 hingga awal 2028.

Pekerjaan transmisi pipa gas tersebut dibagi menjadi dua segmen dan dikerjakan secara paralel. Segmen 1 menghubungkan Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu dan Segmen 2 menghubungkan Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri.

Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem Segmen 1 yang membentang sepanjang kurang lebih 268,7 km dipercayakan kepada konsorsium KSO Wijaya Karya - Nindya Karya, dengan pengawasan Manajemen Konstruksi oleh KSO Surveyor Indonesia - PT Tata Guna Patria, serta keterlibatan akademisi ITB guna memitigasi risiko teknis.

"Kami dari Inspektorat Jenderal akan terus melakukan pendampingan dan penjaminan agar proyek berjalan bersih dari penyimpangan," imbuh Yudhiawan.

Di samping itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono memastikan percepatan terus digenjot dengan menyelesaikan kendala perizinan lintas instansi di lapangan. Pemerintah baru saja memfinalisasi kesepakatan dengan sejumlah pengelola jalan tol agar tim kontraktor bisa langsung melakukan mobilisasi alat dan bekerja secara penuh.

"Terkait kendala lahan dan perizinan lintas instansi, hari ini segera kami finalisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) sehingga besok tim sudah bisa langsung bekerja penuh di lapangan," jelas Agung.

Dalam pembangunannya, proyek itu menggunakan dana APBN dengan durasi pelaksanaan selama 22 bulan dan tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 60,9%.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |