Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
11 August 2026 19:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa bumi dahsyat kembali mengguncang Amerika Selatan. Kali ini, gempa berkekuatan magnitudo 7,4 menghantam wilayah barat Kolombia hingga menimbulkan kerusakan di sejumlah kota.
Gempa terjadi pada Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat. Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), pusat gempa berada di sekitar San José del Palmar, Departemen Chocó, dengan kedalaman sekitar 107 kilometer.
Gempa ini menjadi yang terkuat yang melanda Kolombia dalam 34 tahun terakhir. Guncangannya sampai merusak bangunan, rumah sakit, bandara, jalan, serta berbagai fasilitas publik di wilayah barat negara tersebut.
Berdasarkan analisis USGS, gempa dipicu oleh pergerakan patahan dengan mekanisme strike-slip pada kedalaman sekitar 110 kilometer. Mekanisme ini terjadi ketika dua bagian batuan bergerak saling menggeser secara horizontal.
Karena pusatnya berada jauh di bawah permukaan, gempa diperkirakan terjadi di dalam Lempeng Nazca yang sedang menunjam. Tekanan yang terkumpul di dalam lempeng tersebut akhirnya melampaui kekuatan batuan dan memicu patahan secara tiba-tiba.
Pelepasan energi dari proses tersebut menghasilkan gempa berkekuatan magnitudo 7,4.
Suasana pasca gempa bumi, di Cali, Kolombia, Senin (10/8/2026). (REUTERS/Christian EscobarMora) Foto: REUTERS/Christian EscobarMora
Berdasarkan laporan terbaru yang dikutip dari Reuters hingga Selasa (11/8/2026), sedikitnya 164 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Sebanyak 85 korban tercatat di Cali, 66 orang di Pereira, dan 13 lainnya di Chocó. Jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses pencarian terus dilakukan.
Cali dan Pereira menjadi dua kota yang mengalami kerusakan paling parah. Sejumlah gedung bertingkat runtuh, sementara sebagian lantai sebuah rumah sakit di Cali ambruk dan memaksa sekitar 600 pasien dirawat di luar ruangan.
Kerusakan juga terjadi di Manizales. Salah satu menara katedral bersejarah di kota tersebut runtuh akibat kuatnya guncangan. Sementara itu, operasional enam bandara di wilayah barat Kolombia sempat dihentikan untuk pemeriksaan struktur bangunan.
Servicio Geológico Colombiano (SGC) mencatat sedikitnya 21 gempa susulan hingga Senin malam.
Pemerintah Kolombia kemudian menetapkan keadaan darurat nasional dan mengerahkan polisi, tentara, petugas penyelamat, serta relawan ke daerah yang terdampak.
Gempa tersebut sekaligus menambah panjang riwayat bencana gempa bumi di Kolombia.
Dilansir dari WorldData yang mengolah Significant Earthquake Database milik National Geophysical Data Center dan World Data Service, gempa bumi telah menewaskan lebih dari 3.500 orang di Kolombia sejak 1950.
Berikut daftar lengkap gempa besar yang tercatat menerjang Kolombia sejak 1950.
Jika diurutkan berdasarkan besaran magnitudonya, tiga posisi teratas ditempati gempa di pesisir Pasifik pada 1979, perbatasan Kolombia-Ekuador pada 1958, serta dua gempa berkekuatan sama yang terjadi pada 1992 dan yang baru saja terjadi di San José del Palmar.
Gempa Pesisir Pasifik 1979: Magnitudo 7,7
Gempa terbesar yang tercatat menerjang Kolombia sejak 1950 terjadi pada 12 Desember 1979. Pusat gempa berada di lepas pantai Samudra Pasifik dengan kedalaman sekitar 3 kilometer.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut menyebabkan 600 orang meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi gempa dengan magnitudo sekaligus jumlah korban terbesar ketiga dalam catatan WorldData untuk Kolombia sejak 1950.
Gempa Kolombia-Ekuador 1958: Magnitudo 7,6
Posisi kedua ditempati gempa yang mengguncang kawasan perbatasan Kolombia dan Ekuador pada 19 Januari 1958. Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 27 kilometer.
Bencana tersebut menyebabkan 111 orang meninggal dunia. Kekuatannya hanya terpaut 0,1 magnitudo dari gempa pesisir Pasifik pada 1979.
Gempa 2026 dan 1992: Magnitudo 7,4
Posisi ketiga ditempati dua gempa yang sama-sama berkekuatan magnitudo 7,4.
Gempa terbaru terjadi di sekitar San José del Palmar, Chocó, pada 10 Agustus 2026 dengan kedalaman sekitar 107 kilometer.
Gempa berkekuatan sama sebelumnya terjadi di Murindó, Antioquia, pada 18 Oktober 1992. Gempa tersebut memiliki kedalaman sekitar 59 kilometer dan menyebabkan 11 orang meninggal dunia.
Namun, gempa dengan magnitudo lebih besar belum tentu menimbulkan korban jiwa lebih banyak.
Besarnya dampak gempa turut dipengaruhi oleh kedalaman, jarak pusat gempa dari permukiman, kepadatan penduduk, kondisi tanah, kekuatan bangunan, serta kesiapan menghadapi bencana.
Jika diurutkan berdasarkan jumlah korban jiwa, tiga gempa berikut menjadi yang paling mematikan di Kolombia sejak 1950.
Gempa Armenia 1999: 1.185 Orang Meninggal
Gempa paling mematikan di Kolombia sejak 1950 terjadi pada 25 Januari 1999. Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut menghantam Armenia dan sejumlah wilayah di kawasan Eje Cafetero.
Pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 16 kilometer. Guncangannya berdampak terhadap Armenia, Calarcá, Pereira, Caldas, hingga Huila dan menyebabkan 1.185 orang meninggal dunia.
Jumlah korban tersebut jauh lebih besar dibandingkan sejumlah gempa lain yang memiliki magnitudo lebih tinggi. Peristiwa ini menunjukkan bahwa lokasi gempa dan kepadatan penduduk dapat memperbesar dampak bencana.
Gempa Cauca-Huila 1994: 650 Orang Meninggal
Posisi kedua ditempati gempa yang mengguncang Cauca dan Huila pada 6 Juni 1994. Gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 6,8 dan terjadi pada kedalaman sekitar 40 kilometer.
Bencana itu menyebabkan 650 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut menjadikannya gempa dengan korban terbanyak kedua dalam catatan WorldData untuk Kolombia sejak 1950.
Gempa Pesisir Pasifik 1979: 600 Orang Meninggal
Gempa paling mematikan berikutnya terjadi pada 12 Desember 1979. Pusat gempa berada di lepas pantai Samudra Pasifik dengan kedalaman sekitar 3 kilometer.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut menyebabkan 600 orang meninggal dunia. Peristiwa ini juga menjadi gempa dengan magnitudo terbesar dalam daftar WorldData untuk Kolombia sejak 1950.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)

3 hours ago
3

















































