Soal Ceramah JK Yang Dipelintir, Presiden Pemuda Masjid Dunia Minta Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

9 hours ago 4
InternasionalNusantara

14 April 202614 April 2026

Soal Ceramah JK Yang Dipelintir, Presiden Pemuda Masjid Dunia Minta Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MALAYSIA (Waspada.id): Presiden Pemuda Masjid Dunia, Datuk H Said Aldi Al Idrus SE, MM mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi, apalagi diadu domba terhadap isu SARA melalui konten-konten yang saat ramai di media sosial (medsos).

“Kita harus benar- benar melihat dan mencerna isi konten yang ada di medsos. Belum tentu itu sesuai fakta dan kenyataan. Isi konten medsos sekarang ini sangat rentan terhadap adu domba. Maka berhati-hati dan cerna baik baik isinya,” imbau Said Aldi kepada wartawan melalui sambungan telepon dari Kuala Lumpur, Malaysia Selasa (14/4/2026).

Hal ini disampaikan Said Aldi merespon beberapa akun medsos Instagram yang nyaris secara bersamaan beberapa akhir pekan ini mengunggah potongan video ceramah M Jusuf Kalla disertai narasi yang menuduh bahwa Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia itu memfitnah serta menistakan ajaran agama lain.

Tuduhan tersebut menyusul pernyataan JK yang menyebut kedua pihak dalam konflik Poso dan Ambon menggunakan istilah ”Mati Syahid”.

Menanggapi itu, Said Aldi meyakini bahwa Jusuf Kalla tidak mungkin melakukan hal yang merusak kedamaian dan peratuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab selain seorang negarawan, Jusuf Kalla juga ”Tokoh Perdamaian Dunia” dari World Assembly of Youth pada Konferensi The World Youth Forum on Peace and Harmony, yang saat ini juga menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI).

“Dan sangat berjasa membangun perdamaian di sejumlah wilayah konflik, seperti di Aceh, Poso dan khususnya Ambon, dengan inisiasi Deklarasi Malino nya,” terang Said Aldi yang juga Ketua Umum Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia.

Untuk itu, Said Aldi mengajak seluruh elemen masyarakat Tanah Air agar memiliki kesadaran yang sama guna menguatkan pilar ketahanan sosial, khususnya tokoh ummat, akademisi, cendekiawan, pemuda, pemerintah hingga TNI/ Polri, bersama sama menguatkan rasa persatuan di Maluku, khususnya Ambon sebagai simbol kota multikulturalisme dan moderasi beragama di Indonesia, terutama setelah berhasil bangkit dari konflik sosial di masa lalu.

“Melalui berbagai upaya penguatan toleransi sebagai model masyarakat yang harmonis, inklusif dan damai, bertransformasi dalam semangat persaudaraan “Katong Samua Orang Basudara,” ajak Said Aldi yang juga Ketua Umum PP AMPG.

Said Aldi menegaskan bahwa agama manapun tidak ada mengajarkan untuk saling membunuh. Sebab, tindakan itu merupakan dosa besar.

“Tidak ada satupun agama yang membenarkan ummatnya untuk saling membunuh. Dan dalam konteks ini, Bapak Jusuf Kalla meluruskan pemahaman yang keliru dari konflik yang terjadi di Poso maupun di Ambon beberapa tahun silam. Tentunya, konflik seperti itu harus dihentikan. Karena dapat merusak tatanan perdamaian dan kedamaian nasional,” pungkas Said Aldi. (id29)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |