Tak Banyak yang Tahu: Amerika Ternyata Pernah Dijajah 8 Negara Ini

11 hours ago 6

AS BERUSIA 250 TAHUN

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

04 July 2026 18:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) genap berusia 250 tahun hari ini, Sabtu (4/7/2026). Tanggal 4 Juli selalu diperingati sebagai Hari Kemerdekaan AS atau Independence Day.

Namun, sebelum menjadi negara superpower seperti sekarang, wilayah yang kini menjadi AS pernah berada di bawah pengaruh dan kekuasaan sejumlah bangsa Eropa.

Hari Kemerdekaan AS merujuk pada Deklarasi Kemerdekaan yang disahkan pada 4 Juli 1776. Pada hari itu, 13 koloni Inggris di Amerika Utara menyatakan diri merdeka dan tidak lagi tunduk pada Kerajaan Inggris di bawah Raja George III.

Sejak awal 1600-an, Inggris memang sudah membangun koloni di pesisir timur Amerika Utara. Wilayah-wilayah koloni itu kemudian berkembang menjadi 13 koloni yang kelak menjadi cikal bakal Amerika Serikat.

Masalah mulai muncul karena koloni-koloni tersebut harus membayar pajak kepada Inggris, tetapi tidak memiliki wakil di parlemen Inggris. Dari situ muncul kemarahan besar di kalangan warga koloni karena mereka merasa dipajaki tanpa diberi suara dalam pengambilan keputusan.

Ketegangan antara koloni dan pemerintah Inggris makin panas setelah London memberlakukan berbagai pajak, termasuk pajak atas teh dan dokumen resmi. Situasi ini akhirnya memicu Revolusi Amerika pada 1775, ketika milisi koloni mulai berhadapan langsung dengan pasukan Inggris.

Puncaknya terjadi pada 4 Juli 1776. Kongres Kontinental Kedua di Philadelphia secara resmi menyetujui Deklarasi Kemerdekaan yang sebagian besar disusun oleh Thomas Jefferson, dengan dukungan tokoh penting lain seperti John Adams dan Benjamin Franklin.

Dokumen tersebut menyatakan bahwa koloni-koloni Amerika menjadi negara merdeka. Deklarasi ini juga menegaskan gagasan tentang hak dasar manusia, termasuk hak untuk hidup, merdeka, dan mengejar kebahagiaan.

Meski begitu, kemerdekaan AS tidak langsung membuat perang selesai. Perang Revolusi Amerika baru benar-benar berakhir pada 1783 melalui Perjanjian Paris. Namun, 4 Juli tetap dipilih sebagai hari penting karena menjadi tanggal resmi lahirnya deklarasi kemerdekaan AS.

Benarkah Amerika Pernah Dijajah?

Secara sederhana, wilayah yang sekarang menjadi Amerika Serikat memang pernah dijajah oleh bangsa-bangsa Eropa. Namun, yang dijajah bukanlah Amerika Serikat sebagai negara modern, karena saat itu AS belum berdiri.

Yang terjadi adalah kolonisasi atas wilayah Amerika Utara, termasuk wilayah yang kemudian menjadi bagian dari AS. Jadi, sebelum lahir sebagai negara merdeka pada 1776, sebagian besar wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan atau pengaruh kolonial Eropa.

Penting juga dicatat, wilayah Amerika Utara bukanlah tanah kosong ketika bangsa Eropa datang. Kawasan tersebut sudah lama dihuni oleh berbagai masyarakat asli Amerika, yang sering disebut sebagai suku Indian dalam penyebutan umum di Indonesia.

Kedatangan bangsa Eropa kemudian mengubah besar-besaran peta kekuasaan, kehidupan masyarakat lokal, perdagangan, hingga struktur politik di kawasan tersebut.

Kolonisasi Eropa di Amerika Utara bahkan sudah dimulai jauh sebelum Inggris membangun koloni-koloni yang kemudian menjadi cikal bakal AS.

Saat London Company mengirim ekspedisi untuk menjajah Virginia pada 20 Desember 1606, itu bukan upaya pertama bangsa Eropa mengeksploitasi Amerika Utara. Sebelumnya, Prancis dan Spanyol sudah lebih dulu mencoba menancapkan pengaruh di beberapa wilayah.

Pada 1564, misalnya, sekelompok Protestan Prancis atau Huguenot mendirikan koloni di dekat wilayah yang kini dikenal sebagai Jacksonville, Florida. Namun, kehadiran mereka tidak bertahan lama karena Spanyol juga mengklaim wilayah tersebut.

Setahun kemudian, Spanyol mendirikan pos militer di St. Augustine, Florida. Dari sana, pasukan Spanyol kemudian menghancurkan koloni Prancis yang berada tidak jauh dari wilayah tersebut.

Di sisi lain, armada penangkap ikan dari Basque, Inggris, dan Prancis juga mulai rutin mendatangi pesisir Amerika Utara, dari Newfoundland hingga Cape Cod. Mereka datang untuk menangkap ikan, mengeringkan hasil tangkapan, dan berdagang dengan penduduk lokal.

Perdagangan itu biasanya melibatkan pertukaran bulu binatang dengan barang-barang buatan Eropa. Pada tahap awal, kehadiran bangsa Eropa di kawasan tersebut masih bersifat terbatas dan belum sepenuhnya menjadi permukiman permanen besar.

Baru pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17, bangsa Eropa mulai lebih serius membangun koloni tetap. Inggris mencoba mendirikan koloni di Pulau Roanoke, wilayah yang kini menjadi bagian dari North Carolina, pada 1580-an. Namun, upaya itu gagal dan koloni tersebut kemudian dikenal sebagai salah satu misteri awal kolonisasi Inggris di Amerika.

Memasuki 1600-an, kolonisasi Eropa berlangsung lebih cepat. Inggris mendirikan Jamestown di Virginia pada 1607. Prancis membangun Quebec pada 1608. Sementara Belanda mulai memperluas pengaruhnya di wilayah yang kelak menjadi New York.

Dalam satu generasi berikutnya, berbagai perusahaan kolonial Eropa mulai mengirim ribuan pemukim ke Amerika Utara. Di antaranya Plymouth Company, Massachusetts Bay Company, Company of New France, dan Dutch West India Company.

Para pemukim ini tidak hanya terdiri dari pedagang atau tentara, tetapi juga keluarga-keluarga yang datang untuk membangun kehidupan baru. Dari sinilah koloni-koloni Eropa semakin kuat dan permanen di Amerika Utara.

Banyak Negara Pernah Menguasai Wilayah AS

Jika melihat peta sejarah, wilayah yang kini menjadi bagian dari Amerika Serikat tidak hanya pernah dikuasai Inggris. Beberapa bangsa lain juga pernah menguasai atau mengklaim wilayah yang sekarang masuk dalam AS modern.

Spanyol pernah menguasai banyak wilayah di bagian selatan dan barat, termasuk Florida, Texas, California, New Mexico, dan kawasan sekitarnya. Prancis pernah memiliki pengaruh besar di wilayah tengah Amerika Utara melalui Louisiana Territory. Belanda sempat menguasai New Netherland, yang kemudian menjadi New York setelah direbut Inggris.

Selain itu, Meksiko juga pernah menguasai wilayah luas yang kini menjadi bagian dari AS, terutama di barat daya. Wilayah seperti California, Texas, Arizona, Nevada, Utah, New Mexico, dan sebagian Colorado pernah terkait dengan kekuasaan Meksiko sebelum akhirnya jatuh ke tangan AS melalui perang, perjanjian, atau akuisisi wilayah.

Memasuki usia 250 tahun, AS kini dikenal sebagai negara adidaya dengan ekonomi terbesar dunia, militer kuat, dan pengaruh besar dalam politik global. Namun, sejarah panjangnya menunjukkan bahwa negara ini lahir dari proses kolonisasi, perlawanan terhadap Inggris, perang kemerdekaan, dan ekspansi wilayah yang berlangsung selama ratusan tahun.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |