Tim PKM Unsam Salurkan Teknologi Smart Electrostatic Sprayer System Untuk Fasilitas Keagamaan Terdampak Banjir

3 hours ago 1
AcehPendidikan

17 Februari 202617 Februari 2026

Tim PKM Unsam Salurkan Teknologi Smart Electrostatic Sprayer System Untuk Fasilitas Keagamaan Terdampak Banjir Tim PKM Tanggap Darurat Bencana Dosen Universitas Samudra Tahun 2026 saat melaksanakan program bertajuk PKM Teknologi Smart Electrostatic Sprayer System untuk fasilitas keagamaan yang terdampak bencana banjir sebagai solusi pembersihan di masa pemulihan pascabencana banjir di Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Dosen Universitas Samudra Tahun 2026 melaksanakan program bertajuk PKM Teknologi Smart Electrostatic Sprayer System untuk fasilitas keagamaan yang terdampak bencana banjir sebagai solusi pembersihan di masa pemulihan pascabencana banjir di Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan pengabdian ini dipimpin Ahmad Ihsan, S.T., M.T bersama mahasiswa Hamdani, Fitri Nabilah Suhendra, dan Muhammad Arief Maulana. Program tersebut menyasar Mitra Meunasah di Dusun Keude Meuku, Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Ahmad Ihsan kepada wartawan Selasa (17/02) menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dosen Universitas Samudra dalam merespon kondisi darurat pascabencana banjir yang berdampak pada fasilitas keagamaan di wilayah tersebut.

“Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah penyerahan alat teknologi smart electrostatic sprayer system sebagai solusi pembersihan dan disinfeksi yang lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Menurutnya, pascabencana banjir, fasilitas keagamaan seperti meunasah membutuhkan proses pembersihan menyeluruh untuk memastikan kebersihan dan keamanan lingkungan ibadah bagi masyarakat.

Di mana, teknologi smart electrostatic sprayer system bekerja dengan metode penyemprotan air bermuatan tenaga listrik terletak pada kemampuannya menyemprot permukaan secara merata, termasuk area tersembunyi yang sulit dijangkau sehingga bekas tanah lumpur yang hampir mengeras dan menempel dapat secara merata dibersihkan pada area yang sulit dijangkau.

Selain penyerahan alat, tim pengabdian juga memberikan pengarahan petunjuk penggunaan teknologi tersebut kepada pengurus meunasah setempat. hal ini bertujuan agar mitra mampu mengoperasikan alat secara mandiri serta memahami prosedur pembersihan yang sesuai standar lingkungan pascabencana.

Ahmad Ihsan menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan fasilitas keagamaan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat di masa mendatang.

“Penerapan teknologi tepat guna berbasis kebutuhan lapangan menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan masyarakat terhadap bencana,” tuturrnya.

Sementara itu, Wilda Mukhlis, S.H.I selaku Ketua Mitra Meunasah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim pengabdian Universitas Samudra atas bantuan yang diberikan.

Ia menilai teknologi tersebut sangat membantu dalam proses pembersihan meunasah pascabencana banjir, sehingga masyarakat dapat kembali beribadah dengan nyaman dan aman.

“Program PKM Tanggap Darurat Bencana Dosen Universitas Samudra Tahun 2026 ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya pemulihan pascabencana berbasis teknologi tepat guna,” imbuhnya. (Id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |