Jakarta, CNBC Indonesia - Rentetan ledakan terdengar di berbagai wilayah teluk, setelah Iran melakukan serangan balasan terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi lainnya.
Ledakan terdengar untuk hari kedua pada Minggu pagi di Dubai, Uni Emirat Arab; ibu kota Bahrain, Manama; dan ibu kota Qatar, Doha.
Berbagai ledakan itu meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di wilayah yang sejak lama dianggap sebagai tempat perlindungan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah.
Berdasarkan laporan Aljazeera, saksi mata di Doha melaporkan mendengar beberapa ledakan keras dan melihat asap hitam tebal mengepul di cakrawala pagi yang cerah di selatan kota.
Tak lama kemudian, gelombang ledakan lain mengguncang pusat bisnis kawasan, Dubau. Kepulan asap putih dari sistem pencegatan rudal terlihat di langit kota, sementara gumpalan asap hitam membubung di atas pelabuhan Jebel Ali, salah satu pelabuhan tersibuk di Timur Tengah.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di Manama. Saksi mata melaporkan setidaknya empat ledakan keras terjadi di kota itu. Belum ada laporan langsung tentang kerusakan atau korban luka akibat ledakan pada hari ini, waktu setempat, Minggu (1/3/2026).
Gelombang ledakan itu terjadi setelah sehari sebelumnya terjadi serangan serupa dari Iran terhadap pangkalan militer AS dan aset lainnya di seluruh kawasan Teluk - kecuali Oman, yang menjadi mediator dalam pembicaraan nuklir antara AS dan Iran.
Negara-negara Arab yang kaya akan minyak dan gas, yang terletak tepat di seberang Teluk dari Iran, secara kolektif menampung ribuan pasukan AS.
Pada Sabtu, Iran menembakkan 137 rudal dan 209 drone di seluruh wilayah Uni Emirat Arab, kata Kementerian Pertahanan negara itu, dengan api dan asap mencapai landmark Dubai, Palm Jumeirah dan Burj al-Arab.
Di bandara Abu Dhabi, setidaknya satu orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka selama periode apa yang disebut oleh otoritas bandara sebagai "insiden". Bandara Dubai, bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional, dan bandara Kuwait juga terkena dampaknya.
Sementara itu, pejabat Qatar mengatakan Iran meluncurkan 65 rudal dan 12 drone ke arah negara Teluk tersebut pada hari Sabtu, sebagian besar berhasil dicegat, tetapi 16 orang terluka dalam serangan tersebut.
Di wilayah lain, sistem pertahanan Yordania mencegat rudal yang memasuki wilayah udara ibu kota Amman, serta wilayah utara negara itu, menurut laporan Aljazeera. Sirene juga terdengar di Kuwait.
Di Irak utara, sebuah drone jatuh di dekat bandara internasional Erbil, menurut laporan media lokal, dengan kepulan asap besar membubung. AS dilaporkan masih memiliki pasukan di wilayah otonom Kurdi Irak sebagai bagian dari koalisi internasional melawan ISIL (ISIS).
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam pembunuhan Khamenei sebagai "kejahatan besar". Kepala staf angkatan bersenjata Iran, Abdul Rahim Mousavi, juga tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Minggu bahwa "kalian [AS dan Israel] telah melanggar garis merah kami dan harus membayar harganya". "Kami akan memberikan pukulan yang sangat dahsyat sehingga kalian sendiri akan terpaksa mengemis," katanya.
Trump mengatakan AS akan menyerang Iran "dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya" jika negara Timur Tengah itu membalas pembunuhan Khamenei, yang memerintah negara itu selama 37 tahun.
"Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social. "SEBAIKNYA MEREKA TIDAK MELAKUKAN ITU, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KITA AKAN MENYERANG MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!"
Militer Israel pada Minggu pagi mengatakan telah menyerang lebih dari 30 target dalam serangan di Iran bagian barat dan tengah, dan mengumumkan bahwa serangan akan terus berlanjut terhadap instalasi pertahanan udara Iran, lokasi rudal, markas militer, dan "target rezim" lainnya.
Sejak Sabtu, setidaknya 201 orang tewas di Iran, termasuk setidaknya 148 orang dalam serangan terhadap sekolah dasar putri di kota Minab, selatan negara itu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya melakukan serangan balasan di 27 pangkalan AS, pangkalan udara Tel Nof Israel, markas komando tentara Israel di HaKirya di Tel Aviv, dan kompleks industri pertahanan besar di kota tersebut.
Tak lama setelah pukul 6 pagi waktu setempat (03:00 GMT), sirene serangan udara berulang kali dibunyikan di seluruh Israel, termasuk di Tel Aviv, setelah serangkaian ledakan terdengar.
Pemerintah Iran telah mengumumkan pembentukan dewan sementara beranggotakan tiga orang untuk mengawasi transisi setelah kematian pemimpin tertinggi mereka, sementara para pendukungnya turun ke jalan di Teheran dan kota-kota lain untuk berduka.
Pezeshkian juga mengumumkan tujuh hari libur nasional sebagai tambahan dari 40 hari masa berkabung yang diumumkan oleh pemerintah.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

10 hours ago
5
















































