Jakarta, CNBC Indonesia-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan utang pemerintah Indonesia masih dalam level aman. Meski ada kenaikan, utang pemerintah masih lebih rendah dibandingkan negara lain.
"Singapura berapa? 100% (debt to GDP). Malaysia berapa? 60%. Thailand berapa? coba cek, Thailand berapa lah kalau dengan standar itu, kita masih aman," kata Purbaya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (18/2/2026)
Total utang pemerintah pada 2025 yang senilai Rp 9.637,9 triliun membuat rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) menembus level 40,46%. PDB pada 2025 senilai RP 23.821,1 triliun.
Rasio utang terhadap PDB atau debt to GDP ratio itu menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir, bila merujuk data Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dari tahun ke tahunnya.
Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kata Purbaya juga masih di bawah 3% terhadap PDB. Situasi ketika 2025 defisit mencapai 2,9% terhadap PDB dikarenakan kebutuhan ekspansi fiskal untuk membalikkan ekonomi yang tengah lesu.
"Jadi strategi kita adalah memaksimalkan defisit yang ada untuk memastikan ekonomi berbalik arah," jelasnya.
Menurut Purbaya, tanpa ekspansi fiskal sulit ekonomi bisa tumbuh 5,11% pada 2025. Hal ini juga terbukti ketika pandemi covid-19. Saat itu pemerintah melebarkan defisit APBN agar kembali memompa perekonomian yang jatuh karena tidak adanya aktivitas ekonomi.
"Kita nggak lewatin 3%, ekspansi fiskal kasih stimulus ke ekonomi, ekonominya balik tinggal kita lari, kita tinggal atur ke depan seperti apa ekonominya," pungkasnya.
(mij/mij)
Addsource on Google

8 hours ago
5
















































