Jakarta, CNBC Indonesia- Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Monitoring dan Evaluasi Infrastruktur Migas, Anggawira mengungkapkan hasil kerjasama dagang RI dan Amerika Serikat di sektor energi yang termuat dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal dengan tema Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance.
Dalam Kesepakatan ini, Indonesia menyetujui impor minyak mentah, BBM hingga LPG dari AS senilai USD 15 Milar dengan pemerintah RI meminta adanya dukungan AS terhadap pengembangan sektor migas RI salah satunya lewat transfer teknologi.
Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Monitoring dan Evaluasi Infrastruktur Migas, Anggawira memandang kesepakatan ini juga menjadi kesempatan untuk mendukung ketahanan energi RI dalam jangka panjang.
Bagi sektor industri, perjanjian dagang RI-AS bisa menjadi peluang bagi pengusaha lokal untuk menggaet investasi AS dan mendorong hilirisasi sektor energi.
Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral & Batubara (ASPEBINDO) sekaligus Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Monitoring dan Evaluasi Infrastruktur Migas, Anggawira dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 17/02/2026)
Add
source on Google

3 hours ago
1















































