Jakarta, CNBC Indonesia - Kejahatan yang dilakukan jaringan streaming film dan siaran olah raga ilegal berhasil diungkap. Operasi gabungan aparat penegak hukum internasional ini berhasil mengungkap sembilan komplotan dengan 29 tersangka sudah ditangkap.
Penyidikan dilakukan oleh kerja sama 13 negara dengan kepolisian Bulgaria sebagai pemimpin, kemudian ada Belgia, Kroasia, Perancis, Yunani, Irlandia, Italia, Belanda, Polandia, Rumania, Spanyol, Inggris hingga Amerika Serikat (AS).
Operasi yang mendapatkan dukungan penuh dari Europol dilakukan selama tujuh bulan.
Dari hasil penyidikan diketahui kejahatan ini dilakukan dengan memisahkan situs web yang diakses pelanggan dengan server utama tempat konten ilegal disimpan.
Para pelaku juga berupaya menghindari hukum. Caranya dengan menyebar infrastruktur digital di berbagai negara agar aparat kesulitan saat melakukan pelacakan, dikutip dari Bleeping Computer, Kamis (4/6/2026).
Aparat juga menemukan lebih dari 18 ribu alamat OP yang digunakan untuk menyebarkan konten ilegal. Selain itu 4.370 domain web terhubung langsung dengan aksi pembajakan.
Aparat juga mengamankan lebih dari 27 ribu tautan streaming ilegal yang menyebarkan konten hak cipta, seperti pertandingan olah raga, film dan program tv tanpa izin. Terakhir adalah temuan hampir 40 ribu tautan tambahan yang sedang proses pemblokiran.
Mereka juga berhasil mengidentifikasi 86 tersangka lain, 148 rumah digeledah, dan 59 kasus yang kini dilimpahkan ke pihak pengadilan. Sementara 72 penyelidikan masih dalam pengembangan.
Pihak Europol juga mengingatkan pengguna bahayanya mengakses konten ilegal. Perilaku ini akan merugikan industri kreatif dan menghasilkan keuntungan harga untuk kelompok kriminal.
Selain itu, ada pula risiko keamanan siber yang menghantui penggunanya. Sebab situs pembajakan rentan dengan infeksi malware, spyware, hingga pencurian data pribadi.
(fab/fab)
Addsource on Google

3 hours ago
4
















































